Pages

Rabu, 23 Januari 2013

Uji Coba PSMS IPL vs Pro Duta Rusuh , Wasit Stop Pertandingan

Uji coba Derby Medan yang mempertemukan PSMS Medan versi PT LPIS dan Pro Duta di Stadion TD Pardede, Rabu (23/1) berlangsung panas. Panasnya atmosfer laga malah berujung perselisihan di lapangan. Sehingga wasit harus menghentikan pertandingan di pengujung babak I saat skor masih 1-1.

Sejak awal, pertandingan bertempo cepat itu memperagakan permainan yang menarik, keras, dan cenderung kasar. Tekanan ketat yang dilancarkan skuad besutan pelatih Abdul Rahman Gurning dibalas serangan balik.

Tensi laga meninggi menjelang akhir babak pertama. Gelandang Pro Duta, Faisal Azmi dan Gelandang PSMS, Zulkarnaen terlibat pertengkaran di lapangan usai berjibaku di udara dalam perebutan bola.

Wasit bertindak tegas dengan mengusir keduanya. Sebelumnya wing bek PSMS, Ari Yuganda lebih dulu diusir wasit karena menerima dua kali kartu kuning sebagai ganjaran atas pelanggaran keras yang dilakukannya.

Wasit yang memimpin laga, Yu Abdillah mengatakan, keputusannya menjadi langkah terbaik karena laga tidak mungkin lagi dilanjutkan dalam suasana penuh emosi. Apalagi tidak ada pengamanan yang bisa menjamin laga berlangsung aman hingga akhir.

''Ini permintaan kedua pelatih dan manajer tim. Karena pertandingan tidak mungkin lagi dilanjutkan. Apalagi tidak ada pihak keamanan dan penonton banyak,” katanya.

Sementara, Presiden Pro Dua FC, Wahyu Wahab mengatakan, laga sudah berlangsung terlampau keras dan menjurus kasar sehingga membuatnya terlampau emosional. “Kiper kami Yuda Hananta disungkit begitu . Dua gigi depannya patah. Bolanya sudah dapat kiper tapi Sakti seperti menghajarnya dengan sengaja,” katanya.

Roberto Bianchi menyesalkan laga yang menurutnya sudah menjurus kasar dan tak lagi dalam koridor sepakbola. ''Kalau untuk uji coba kami tidak lihat hasil. Tapi di uji coba tadi kami tidak bisa lihat apa-apa. Kita bisa main keras. Itu masuk dalam sepak bola. Tapi lebih menjurus kekerasan itu bukan sepak bola. Tino pemain kita sangat muda. Pertandingan ini tidak ada berguna,” katanya.

Menurut Beto, sapaan Bianchi, dirinya tidak menganjurkan skuadnya untuk bermain bola dengan kasar. “Saya tidak mau mengkritik pemain PSMS. Ada pemain yang mungkin datang dengan mental berbeda untuk friendly match. Ada yg bermain di luar batasan. Positifnya mungkin kami akan main dengan lawan seperti ini dalam kompetisi. Tapi itu resmi,” bebernya.

Abdul Rahman Gurning menyesalkan keterlibatan ofisial tim yang ikut masuk ke lapangan sehingga memperkeruh suasana. ''Dalam permainan cekcok itu biasa. Dan ada wasit yang mengawasi. Tapi tidak perlu pengurus Pro Duta ikut masuk ke lapangan. Itu kan sudah menyalahi aturan. Itu yang sangat saya sesalkan,” katanya.

 Diakui Gurning pertandingan yang berlangsung dalam tempo panas. Namun suasana menjadi tidak terkendali karena keterlibatan pengurus dan official di lapangan. ''Awalnya emosi anak-anak sudah mulai turun saat menyamakan kedudukan 1-1. Tapi saya lihat justru Pro Duta yang balik emosi. Terus terang tidak ada pelajaran yang bisa kami ambil dari pertandingan ini,” pungkasnya.

Setelah beberapa kali insiden, striker Pro Duta, Ghozali Muharram dan gelandang PSMS, Juanda Mahyadi, kembali bersitegang juga dalam perebutan bola. Puncaknya, Presiden klub Pro Duta, Wahyu Wahab masuk ke lapangan bersama ofisial Pro Duta lainnya dan menuding striker PSMS, Saktiawan Sinaga bermain kasar.

Keduanya terlibat cekcok dan saling menantang berkelahi. Pelatih Pro Duta, Roberto Bianchi juga ikut masuk ke lapangan. Namun, akhirnya, kerusuhan berhenti setelah skuad PSMS memutuskan meninggalkan stadion.

Pada pertandingan itu, Pro Duta lebih dulu memimpin lewat Rahmat Hidayat. Tertinggal satu gol PSMS coba membalas ketertinggalan. Sebuah serangan mampu diamankan kiper Pro Duta, Yuda Hananta. Namun sepatu Sakti menghantam wajah Yuda sehingga membuatnya harus ditandu keluar lapangan dan digantikan Iswahyudi.

PSMS akhirnya mampu menyamakan kedudukan lewat Zulkarnaen. Bola sepakan tumit Sakti yang tidak dapat diamankan sempurna oleh Iswahyudi disambar Zulkarnaen. Pelatih kedua tim yang bermaksud menjadikan laga ini sebagai ajang evaluasi hasil latihan juga menelan kecewa. (gn)