Pages

Selasa, 16 Oktober 2012

La Nyalla : Tidak Aneh Timnas Djohar yang dipilih , Para pesaing Bisa dengan Mudah kalahkan Indonesia

LA Nyalla Mattalitti pegang teguh hasil rapat II JC PSSI. Ia tak terkejut timnas PSSI Djohar Arifin Husin dipilih wakili Indonesia.

Suatu negara memang hanya punya 1 timnas. Dan, timnas itu berada di bawah federasi cabang olahraganya. Termasuk timnas sepakbola Indonesia. Pasti berada di bawah PSSI.

Itu fakta obyektif. La Nyalla, Ketua Umum PSSI hasil Kongres Luar Biasa (KLB) 18 Maret 2012, tak pernah membantahnya. Ia pun tak terkejut begitu tahu keputusan rapat kontestan Piala AFF 2012 Malaysia dan Thailand di Yangon, Myanmar, Minggu (14/10).

Dalam pertemuan yang dihadiri Djohar dan Sekjen PSSI Halim Mahfudz itu, 8 kontestan Piala AFF 2012 sepakat Indonesia terlibat dan diwakili timnas PSSI Djohar.

"Timnas Indonesia memang 1. Dan, pasti berada di bawah PSSI selaku federasi sepakbola Indonesia. Tapi, itu dalam keadaan normal. Nah, sepakbola Indonesia kan kini tidak normal. Karena itu pula FIFA dan AFC menurunkan tim investigasi AFC dan Joint Committee (JC) PSSI," tegas La Nyalla seusai diterima KONI Pusat, Senin (15/10).

"Kami bukan mempermasalahkan timnas siapa, tapi siapa saja isi timnas itu. Kalau mereka memilih timnas PSSI Djohar, itu pun tidak aneh karena para pesaing di Piala AFF 2012 jadi bisa menang mudah saat melawan Indonesia," tambah La Nyalla.

La Nyalla tak asal ucap. Peringkat Indonesia di FIFA yang terus merosot seiring hasil buruk yang dituai timnas di bawah kendali PSSI Djohar jadi dasar. Saat ini, Indonesia terpuruk di urutan 170 daftar peringkat FIFA. Itu posisi terburuk sepanjang sejarah sepakbola Indonesia.

"Karena itulah AFC dalam rapat II JC PSSI 20 September 2012 menginginkan agar persoalan timnas Indonesia diharmonisasi JC PSSI. Benderanya tentu 1, Merah Putih, dan di bawah PSSI. Tapi, proses pembentukannya yang diharmonisasi JC PSSI. Bukan berarti timnas Indonesia diharmonisasi JC PSSI, lalu timnas Indonesia berada di bawah bendera JC PSSI," papar La Nyalla.

Keputusan negara-negara Asia Tenggara yang jadi peserta Piala AFF 2012 itu memang dapat dimaklumi. Sebab, yang mereka tahu sampai saat adalah PSSI masih dipimpin Djohar, Ketua Umum PSSI yang sebenarnya sudah dimosi tidak percaya lebih dari 2/3 anggotanya pada Rapat Akbar Sepakbola Nasional (RASN) 18 Desember 2011.

Tentu, mereka tidak akan mau menghadapi pihak yang tidak dikenal atau bukan anggota FIFA. Sebab, itu bertentangan dengan Statuta FIFA pasal 83. FIFA dan AFC-lah yang sebenarnya sudah tahu kondisi sepakbola Indonesia. Dan, karena itu pula mereka melahirkan tim investigasi AFC dan JC PSSI.

"Niatnya hanya 1, membentuk timnas yang benar-benar berkualitas. Itu sejalan dengan keinginan AFC dalam rapat II JC PSSI. Jadi, kami akan jalan terus dan berpegang teguh pada keputusan rapat II JC PSSI," pungkas La Nyalla.

Di Piala AFF 2012, Indonesia berada di Grup B bersama Malaysia, Singapura, dan Laos. Juara dan runner-up dari Grup B maju ke semifinal untuk bertarung melawan juara dan runner-up Grup A yang dihuni Thailand, Vietnam, Filipina, Myanmar.
ksb/01