Pages

Sabtu, 27 Oktober 2012

Kalo Konteksnya Perjuangan , Persijap dan semen Padang harus Rela Berjuang dulu dari Divisi Utama

NIATAN  Semen Padang dan Persijap Jepara untuk kembali bergabung di  Indonesia Super League (ISL) rupanya mendapat tentangan dari sejumlah klub ISL. Klub-klub tersebut merasa keberatan jika peserta ISL musim 2012/2013 ditambah, dari 18 menjadi 20 klub.

Dua klub yang secara terang-terangan menolak kehadiran Semen Padang dan Persijap adalah klub promosi Perseba Super Bangkalan dan Gresik United. Masuknya dua klub peserta Indonesia Primer League (IPL) musim lalu tersebut dianggap akan mencederai proses promosi dan degradasi di ISL.

"Kita harus menimbang manfaat dan mudharat-nya masuknya dua klub yang kemarin tidak mau berjuang dan tidak mau berkompetisi bersama kita. Jangan sampai malah merusak proses promosi dan degradasi yang seharusnya berjalan normal," kata pemilik klub Perseba Super Bangkalan, Imron Fattah kepada wartawan.

Imron menmbahkan, kehadiran kedua klub tersebut harus benar-benar di kaji pada saat kongres tahunan yang akan diselenggarakan November mendatang. "Sebab mereka ini kan kemarin tidak mau berkompetisi dengan kita. Kok setelah absen, tiba-tiba masuk lagi ke tempat tertinggi," ujarnya.

Apa yang dikatakan Imron diamini oleh orang nomor satu di klub Gresik United, Mujiono. Kata Mujiono, hal itu akan menimbulkan kecemburuan dari tim-tim lainnya. Namun, ia mengakui hal seperti ini biasa dan akan terjadi di saat adanya dualisme organisasi yang sedang terjadi di tubuh PSSI.

Mujiono berharap, semua pihak mau berkorban demi perjuangan. Mereka pun siap menerima Semen Padang dan Persijap kembali, namun dengan syarat harus berkorban dengan turun kasta ke Divisi Utama.

"Tapi kalau konteksnya perjuangan, ya semua harus berkorban. Termasuk Semen Padang dan Persijap. Kalau perlu mereka masuk ke Divisi Utama. Itu pengorbanan. Itu baru fair. Tapi kita serahkan sepenuhnya keputusan ke pemegang suara di kongres tahunan PSSI November nanti," tandasnya.(gd)