Pages

Rabu, 17 Oktober 2012

Djoko Driyo : Sriwijaya yang Ke Liga Champion ,Semen Padang Belum diperhitungkan

PSSI versi La Nyalla Matalitti yang selama ini sering disebut KPSI mendorong sepenuhnya Sriwijaya FC untuk berlaga di Liga Champions Asia (LCA) musim ini. Penilaiannya, tim Laskar Wong Kito merupakan juara kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2011/2012. Demikian disampaikan CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono ketika memberikan keterangan kepada awak pers Palembang, kemarin. “Wakil Indonesia di LCA haruslah klub yang sudah teruji dan terbukti dari sebuah kompetisi terbaik,” tegas Joko.
Juara Indonesian Premier League (IPL) 2011/2012 Semen Padang, dikatakan Joko saat ini belum diperhitungkannya untuk dikirim ke LCA. Terkait Semen Padang yang sedang dalam proses kembali bergabung ke kompetisi ISL, Joko tidak mempermasalahkannya.
“Semen Padang menuju ISL sedang dalam proses. Meski telah disetujui seluruh klub ISL, tapi stempel akhirnya harus melalui kongres PSSI,” ungkap Joko.
Dijelaskan Joko, tidak ada hubungannya mengenai tiket LCA dengan proses kembalinya Semen Padang ke ISL. “Saya pikir tidak ada kaitannya soal Semen Padang kembali ke ISL. Tiket LCA tetap diberikan sesuai hasil kompetisi musim lalu,” sambungnya.
Sriwijaya FC cukup lega mendengar pernyataan Joko Driyono tersebut. Direktur Keuangan PT SOM Augie Bunyamin menyatakan Sriwijaya FC memang sangat berhasrat kembali tampil di level Asia.
“Berkompetisi di LCA ataupun AFC Cup seakan menjadi tradisi bagi Sriwijaya FC. Musim ini kita akan berusaha tampil lebih baik,” harap Augie.
Augie mengungkapkan, tim Laskar Wong Kito memiliki kesiapan untuk berlaga di Asia. “Secara tim kita siap karena nantinya diperkuat tiga pemain asing non Asia dan dua pemain asing Asia. Selain itu secara infrastruktur dan administrasi juga sudah diakui AFC,” bebernya.
Beberapa waktu lalu Semen Padang tampak masih sangat optimistis berlaga di LCA. Bahkan klub berjuluk Kabau Sirah ini telah memilih stadion Utama Riau sebagai markas sementara.
Sementara itu Persebaya Surabaya tak berharap ketiban durian runtuh mendapatkan jatah lolos ke Liga Champions Asia (LCA). Mereka menyerahkan sepenuhnya pada PSSI dan PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS).
Jatah Semen Padang ke LCA kini mulai ramai diisukan akan dicabut PSSI. Hal ini tak lepas dari keinginan juara IPL musim lalu itu untuk menarik pemainnya dari Timnas setelah mereka menyeberang ke ISL. Berbeda dengan Arema IPL yang antusias dengan kemungkinan berlaga di pentas Asia, Persebaya yang merupakan runner up malah adem ayem. “Semuanya kan tergantung PSSI dan LPIS. Kita sih legowo saja,” ujar Ibnu Grahan.
Menurut pelatih Persebaya itu, pihaknya tak ingin berkomentar banyak dan malah memperkeruh keadaan. Apalagi musim depan adalah musim menuju penyatuan dua liga. Selain itu, Persebaya merasa masih ada klub-klub lain yang lebih berhak. Seperti Persibo Bojonegoro selaku juara Piala Indonesia atau pun Sriwijaya FC yang merupakan juara ISL. “Dua liga kan sama-sama sah, jadi kita kembalikan saja pada PSSI,” pungkasnya.
Sebelumnya salah satu petinggi LPIS, Hendriyana membenarkan kemungkinan Semen Padang akan kehilangan jatah berlaga di LCA jika kepindahannya ke ISL dianggap ilegal oleh PSSI. Jika hal ini terjadi maka Persebaya sebagai runner up musim lalu akan menggantikan Kabau Sirah berlaga di LCA, sementara Arema IPL yang musim lalu finis di posisi ketiga akan berlaga di AFC Cup. (kie)