Pages

Tampilkan postingan dengan label PERSIPURA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PERSIPURA. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Maret 2013

Persipura Libur , Yoo Jae Hoon dan Lim Jun sik Liburan di Jakarta dan Singapura

– Penjaga gawang asal Korea Selatan milik Persipura Jayapura yaitu, Yoo Jae Hoon memilih meliburkan diri di Jakarta selama kurang lebih empat hari.
“Saya ingin di Jakarta saja, nanti Senin baru saya kembali ke Jayapura karena Selasa sudah latihan lagi,” kata Yoo siang kemarin.

Bukan hanya Yoo Jae Hoon yang melakukan liburan, namun pemain tengah Persipura, Lim Jun Sik juga melakukan liburan di Singapura sekalian mengurus Kartu Ijin Tinggal Sementara (KITAS).
“Saya dari sini (Balikpapan) langsung ke Jakarta serta Siangapura. Setelah mengurus KITAS sekalian melakukan liburan disana. Untuk kembali ke Jayapura, saya pastikan hari Senin sudah di Jayapura.
Terkait dua laga yang sudah dijalani di Samarinda maupun di Mitra Kukar, Lim mengaku cukup senang dengan hasil yang telah diraih timnya tersebut. Perjalalan dari Jayapura menuju Kaltim tidak sia-sia. “Perjalanan ini tidak sia-sia, karena kami bisa membawa pulang poin,” tukasnya.
Dirinya juga menilai bahwa pada pertandingan melawan Persisam, sebenarnya timnya dapat meraih poin penuh.
“Tidak terlepas dari gagalnya pinalti, kami mempunyai peluang yang sangat banyak namun tidak bisa berbuah gol. Tuhan belum inginkan kami menang di Persisam. Tapi kemenangan diberikan Tuhan kepada kami atas Mitra Kukar,” tutupnya. [ra]

Rabu, 13 Maret 2013

Hari ini 7 pemain Persipura Gabung Timnas

Tujuh pemain Persipura Jayapura yaitu, Boaz Solossa, Ricardo Salampessy, Ruben Sanadi, Patrick Wanggay, Imanuel Wanggay, Ferdinando Pahabol dan Ian Louiz Kabes siap bergabung dengan Tim Nasional (Timnas) Indonesia di Jakarta untuk pemusatan latihan guna menghadapi Arab Saudi dalam Kualifikasi Piala Asia 2015.
Ketujuh pemain tersebut dipastikan setelah membela ‘Mutiara Hitam’ julukan Persipura melawan tuan rumah Mitra Kukar, Rabu (13/3). Pagi ini, Kamis (14/3) langsung bertolak menuju Jakarta guna bergabung bersama timnas menjalani pemusatan latihan persiapan Pra Piala Asia 2013.
“Mereka tidak pulang ke Jayapura bersama pemain lain tetapi langsung ke Jakarta untuk bergabung dengan pemain Timnas Indonesia yang lainnya,” kata Jacksen Tiago kemarin.
Jacksen Tiago berharap dengan bergabungnya anak asuhnya di Timnas, ketujuh pemain tersebut dapat berbuat yang terbaik untuk Timnas Indonesia. “Saya apabila mereka terpilih dari 58 pemain yang dipanggil mereka dapat berbuat yang terbaik dalam membela Timnas. Karena membela Timnas adalah impian semua pemain sepakbola,” tukasnya.
Pelatih asal Brasil tersebut juga berharap kepada Boaz Solossa cs dalam menjalani pemusatan latihan hingga terpilihnya mereka untuk memperkuat Timnas untuk tetap menjaga kondisi dan yang paling terpenting adalah jangan sampai cidera karena Persipura akan melanjutkan pertandingan kandang pada 28 Maret 2013 mendatang di Stadion Mandala Jayapura melawan tim tamu PSPS Pekanbaru.
“Harapannya mereka jangan sampai cidera, karena tujuh pemain tersebut adalah tim inti yang sangat dibutuhkan tenaganya dalam partai kandang mendatang melawan PSPS Pekanbaru dan Persija Jakarta,” harapnya.(dg)

Dipanggil Timnas Liberia untuk Kualifikasi Piala Dunia , Zah Rahan Minta Dukungan Persipuramania

Gelandang enerjik milik Persipura Jayapura, Zah Rahan Kranggar juga dipastikan membela Tim Nasional (Timnas) Liberia. Hal ini ditegaskan sang pemain  Rabu (13/3) siang kemarin ketika di temui di Hotel Senyiur, Kota Samarinda.
“Saya akan bertolak ke Australia pada tanggal 15 Maret 2013 untuk mengurus KITAS, setelah itu dari Australia saya terbang ke Liberia untuk bergabung dengan teman-teman saya yang sudah lebih dulu melakukan pemusatan latihan di Timnas Liberia,” katanya.
Sekedar diketahui, pemain dengan jersey 10 tersebut, termasuk dari 12 pemain yang membela klub di luar Liberia yang dipanggil oleh pelatih Timnas Liberia, Jericho Nagbe untuk memperkuat Timnas Liberia dalam ajang kualifikasi Piala Dunia 2014 mendatang.
12 pemain tersebut diantaranya, Solomon Grimes (Nea Salamis-Siprus), Ansu Toure (FC Vestsjaelland-Denmark), Anthony Laffor (Sundowns-Afrika Selatan), Alseny Keita (Drancy ARC Jean D'-Prancis), Patrick Gerhardt (Melbourne Heart-Australia), Sekou Oliseh Jabateh (PAOK Salonika-Yunani), Tonia Tisdell (Sanliurfaspor-Turki), Patrick Wleh(PKNS FC-Malaysia), DIOH Williams(BK Hacken-Swedia), Zah Rahan Krangar (Persipura Jayapura-Indonesia), Stephen Mennoh (Persiraja Banda Aceh-Indonesia) dan Francis Doe (Selangor FC-Malaysia).
Dijelaskan Zah Rahan, pemusatan latihan sudah berlangsung sejak tanggal 7 Maret 2013 lalu, namun dirinya baru bisa bergabung tanggal 22 Maret. “Pemain lain sudah melakukan pemusatan latihan, untuk saya dan dua pemain lainnya yang berkompetisi di Indonesia dan Malaysia akan bergabung tanggal 22 Maret 2013 mendatang,” katanya.
Dari 37 pemain yang diapnggil, menurut Zah Rahan akan disaring menjadi 18 pemain yang akan melakukan pertandingan dalam kualifikasi Piala Dunia. “Nanti yang diambil hanya 18 pemain. Yang sudah pasti, dari 12 pemain termasuk saya akan disaring menjadi 10 pemain, 8 pemain lainnya akan diambil dari teman-teman yang berkompetisi di kompetisi local Liberia,” katanya.
Dengan begitu, Zah Rahan berharap dukungan dan doa dari teman-teman Persipura Jayapura dan juga masyarakat Papua secara keseluruhan kepada dirinya saat membela Timnas Liberia nantinya. “Saya mengharapkan dukungan dari segala pihak, baik dari teman-teman Persipura, manajemen Persipura hingga masyarakat Papua. Dukungan dan doa sangat membantu saya nantinya,” harapnya. [qe]

Pendukung Mitra Kukar Lempar Bus Persipura , Kaca Pecah , Persipura gak Takut , Nyanyi Lagu Rohani

“Mitra Mania” pendukung fanatik Mitra Kukar melampiaskan kekecewaan mereka dengan melempar bus Persipura. Aksi tidak terpuji ini dipicu kekesalan Mitra Mania akibat tim kesayangan mereka diajarkan bermain bola yang baik dan benar oleh  Persipura dengan dicukur tiga gol tanpa balas.
 
Untung tidak ada korban luka dari pelemparan itu. Pendukung Mitra Kukar dengan batu maupun botol melempar bus dan mengenai kaca sebelah kanan. Insiden ini tidak melukai semua pemain Persipura termasuk manajer tim Persipura Rudy Maswi berserta Ibu Ida Maswi dan juga para pelatih Persipura.

Aksi tersebut tidak membuat pasukan asuhan Jacksen Tiago tersebut gentar, malah sepanjang perjalanan dari stadion menuju hotel anak-anak 'Mutiara Hitam' menyanyikan lagu puji-pujian kepada Tuhan.
"Kami tidak takut dengan aksi ini. Hal ini biasa bagi kami, namun yang menjadi tidak biasa apabila salah satu dari kami terluka akibat aksi brutal para sporter," kata Viktor Pae  Rabu (13/3) malam dalam perjalanan pulang menuju Hotel.

Dirinya mengutuk oknum sporter yang melempari bus mereka tersebut. "Ini adalah perilaku yang sangat tidak terpuji. Urusan di dalam lapangan sudah selesai, kenapa harus dibawa keluar lapangan dengan melakukan pelemparan?," ujarnya dengan kesal.
Dirinya juga menghimbau kepada pihak Panitia Pelaksana (Panpel) dan juga pihak kepolisian agar ke depannya lebih ketat menjaga setiap tim yang melakukan pertandingan.
"Saya rasa pihak Panpel harus lebih ketat lagi menjaga tim yang habis bertanding dari stadion menuju hotel mereka. Karena ini merupakan tugas dan tanggungjawab pihak Panpel dan juga pihak keamanan," tutupnya. [raf]

Cukur Mitra Kukar , Persipura Terispirasi Barcelona

Persipura Jayapura sukses menang 3-0 ketika dijamu Mitra Kukar di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Rabu (13/08). Menurut pelatih Jacksen F. Thiago, penampilan Ferinando Pahabol dan kawan-kawan tadi terinspirasi kemenangan Barcelona FC atas AC Milan semalam.
"Kami terinspirasi oleh postur Barcelona dalam menghadapi AC Milan," ungkap Jacksen usai laga.

Pelatih asal Brasil ini menilai kalau timnya kalah dari segi postur pemain tuan rumah. Untuk itu lah ia merasa perlu memasukkan Pahabol untuk menggantikan Gerald Pangkali di menit ke-61. "Pahabol pintar dan jeli dalam memanfaatkan kelemahan pemain belakang Mitra Kukar. Mereka lemah dalam kecepatan," urainya.
Usaha Jacksen berbuah sukses. Rekrutan anyar tim Mutiara Hitam ini hanya butuh waktu sekitar sepuluh menit untuk mencetak gol yang membawa Persipura memimpin. Pahabol pun sukses mencetak hat-tricknya ketika di menit ke-81 dan 93 kembali menjebol gawang Mitra Kukar.

Tanpa mengesampingkan trigol Pahabol, Jacksen menegaskan bahwa kunci kemenangan hari ini adalah disiplin masing-masing pemainnya dalam menjalankan instruksi yang ia terapkan. "Disiplin, kekompakan dan semangat juang yang menjadi kunci. Kalau kami berkomitmen terus bekerjasama secara tim dengan disiplin maka kami akan bisa memetik kemenangan," pungkasnya. (rw)

Mitra Kukar vs Persipura = 0-3 , Hattrick Pahabol Porak Porandakan Aji Imbut


Ferinando Pahabol menjadi bintang kemenangan Persipura Jayapura saat bertandang ke markas Mitra Kukar di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Rabu (13/3). Pemain berusia 21 tahun ini mencetak hattrick, dan membawa kemenangan 3-0 bagi Persipura atas tuan rumah.
Pelatih Jacksen Tiago sebenarnya tidak memasang Pahabol sejak menit awal. Baru pada menit ke-61, pemain yang mendapat panggilan timnas ini dimasukkan untuk menggantikan Gerald Pangkali.
Keputusan Jacksen memasukkan Pahabol memang sangat tepat. Daya dobrak tim Mutiara Hitam pun semakin menakutkan dan akhirnya mampu meraih poin penuh di markas Mitra Kukar yang tengah naik daun.
“Pahabol dimasukkan karena mempunyai dewi fortuna di Stadion Aji Imbut. Dan, terbukti hattrick mampu dia buat di Tenggarong,” kata Jacksen, .
Musim lalu, Pahabol juga punya cerita manis di Stadion Aji Imbut saat masih memperkuat Persidafon. Pada laga yang digelar 21 Maret 2012, Pahabol  mencetak gol tunggal kemenangan Persidafon 1-0 atas Mitra Kukar.
Sedangkan tiga gol yang dilesakkan Pahabol kali ini, tercipta pada menit ke-73, 81 dan 93. “Hasil ini sungguh di luar prediksi kita, dan tentu membuat kita harus bersyukur. Kunci kemenangan kita, adalah mematikan peran Prangipane dan Bustomi, karena mereka punya kualitas dalam memberikan umpan ke lini depan,” ungkap Jacksen Tiago.
Selain itu, Jacksen juga mengaku terbantu dengan baru dimasukkannya Jajang Mulyana di babak kedua oleh Mitra Kukar. Pasalnya, Jacksen awalnya sangat mewaspadai potensi bahaya dari Jajang Mulyana.
Sedangkan kubu Mitra Kukar, hanya bisa pasrah dengan kekalahan ini. Tim Naga Mekes mengakui bahwa Persipura memang tampil lebih baik.
“Persipura memang pantas menang karena permainannya lebih bagus. Mitra tidak punya banyak kesempatan mencetak gol, ditambah lagi banyak kesalahan dan kurang komunikasi,” ujar Stefan Hansson, pelatih Mitra.
Hasil ini membuat Persipura merebut posisi puncak klasemen ISL 2012/2013 dari tangan Arema Indonesia. Persipura mengoleksi 25 poin dari 11 laga, unggul satu poin atas Arema Indonesia, yang kini di posisi runner-up.(gd)

Minggu, 10 Maret 2013

Persisam vs Persipura = 0-0 , Penalti Dutra Nyenggol Tiang

Persisam Samarinda gagal memberikan kekalahan perdana buat Persipura Jayapura. Kedua kubu harus puas bermain imbang tanpa gol dalam laga lanjutan ISL, Minggu 10 Maret 2013 di Stadion Segiri, Samarinda

Bertindak sebagai tuan rumah, Persisam tampil solid dan disiplin.  Meski kedua kubu kerap mendapat peluang, tidak ada gol tercipta di babak pertama. Skor 0-0 bertahan hingga jeda. Satu menit selepas turun minum, Persipura mendapat penalti setelah pemain Persisam melakukan hands-ball di kotak terlarang.

Otavio Dutra yang maju sebagai eksekutor gagal menjalankan tugasnya. Bola tendangan Otavio mengenai mistar. Kegagalan Persipura mengeksekusi penalti membuat permainan masih imbang tanpa gol.
Hal ini membuat kepercayaan diri para pemain Persisam tetap terjaga. Kekuatan kedua tim nampak imbang memasuki pertengahan babak kedua. Penampilan disiplin ditunjukkan Persisam dan Persipura.

Menit 76, pelatih Persisam, Sartono Anwar menarik keluar M Roby karena mengalami cedera. Dia digantikan Joko Sidik.
Sementara itu, untuk menambah variasi serangan Mutiara Hitam, pelatih Persipura, Jacksen F Thiago memasukkan pemain berkarakter cepat, Ferinando Pahabol untuk membongkar pertahanan Persisam.
Pemain mungil itu langsung memberikan sentuhan pertama lewat tendangan silang yang mengarah ke Fauzi pada menit 83. Sayang, upaya Pahabol membuahkan hasil. Hingga wasit Thoriq Al Katiri meniup peluit panjang, skor 0-0 masih tetap bertahan.
Hasil ini membuat Persisam berada di peringkat 6 mengemas 16 poin. Adapun Persipura masih tertahan di peringkat 3 mengoleksi 21 poin.
Bermain tanpa gol kontra Persisam memperpanjang rapor tidak terkalahkan Persipura dalam 10 pertandingan. Persipura terakhir menelan kekalahan saat jumpa Persegres Gresik United pada 11 Juli 2012 lalu.

Susunan Pemain
Persisam Samarinda:
Fauzi Toldo, Wahyu Kristanto, Pierre Njanka, Muhammad Roby (Joko Sidik 76'), Isdiantono (Sandi Darman Sute 45'), Lovinian Ebrahim, Dian Irawan, Ahmad Sumardi, Ferdinand Sinaga, Bayu Gatra, Anoure Obiora (Albert Makatindu 86')

Persipura Jayapura:Yoo Jae-hoon, Ortizan Salossa, Bio Pauline, Otavio Dutra, Richardo Salampessy (Ruben Sanadi 71'), Gerald Pangkali (Ferinando Pahabol), Imanuel Wanggai, Lim Jun-sik, Zah Rahan Krangar, Boaz Salossa, Patrich Wanggai (Ian Louis Kabes 39')

Jumat, 08 Maret 2013

Luis Manuel Blanco akan Nonton Laga Persisam vs Persipura

Pelatih asal Argentina, Luis Manuel Blanco berupaya untuk melakukan pembentukan tim nasional Indonesia yang terdiri dari pemain terbaik di tanah air.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menyaksikan langsung pertandingan-pertandingan sepakbola di Indonesia.
Pada Kamis (7/3/2013), mantan pemain Boca Juniors itu menyaksikan pertandingan Arema Indonesia melawan Gresik United. Kemudian dia juga akan menyaksikan laga Persisam melawan Persipura pada 10 Maret.
"Pengamatan pertandingan ini dilakukan untuk melihat pemain-pemain terbaik di Indonesia," ujarnya.
Menurutnya, dia sudah mempunyai bayangan pemain yang akan masuk ke dalam skuad inti 23 pemain yang dipersiapkan untuk menghadapi Arab Saudi di Pra Piala Asia 2015.
Timnas Indonesia akan menghadapi Arab Saudi di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 23 Maret 2013.
"Saya sudah punya bayangan pemain yang akan masuk di dalam tim. Persentasenya sudah sekitar 80 persen," katanya.
Luis Blanco menegaskan, dia meminta kepada para pemainnya untuk berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan tempat di tim utama. Sebab dia ingin para pemain itu bisa bersaing di level internasional.
"Mereka harus siap 100 persen bermain di level internasional. Timnas itu menjadi contoh untuk semua klub di Indonesia. Semua pemain punya peluang untuk membela timnas, tetapi tidak ada kostum timnas yang dibeli mereka harus mempertahankan dengan semaksimal mungkin," paparnya.
Pemusatan latihan nasional (Pelatnas) Timnas Indonesia melawan Arab Saudi pada Pra Piala Asia 2015 resmi berlangsung sejak Jumat (8/3/2013) pagi. Terlihat baru enam pemain yang mengikuti latihan, pemain tersebut yaitu, Husin J. Rahaningmas, Anggi A Yusuf, Mario Abeikop, Diego Michiels, Raphael Maitimo, dan Oktovianus Maniani.(ar)

Kamis, 07 Maret 2013

Persipura Lepas Pemain ke Timnas Usai Tur kalimantan

tujuh pemain Persipura Jayapura dipastikan tak bisa bergabung pemusatan latihan tim nasional Indonesia, dalam waktu dekat ini.
Pelatih Persipura, Jacksen F. Tiago sendiri menyatakan bahwa pihaknya akan memakai ketujuh pemainnya itu di tur Kalimantan.
Menurut Jacksen, hal itu juga sesuai dengan hasil rapat tim pelatih dengan manajemen Persipura. Ia menjelaskan bahwa tim pelatih dan manajemen Persipura sendiri sudah sepakat akan melepas tujuh pemainnya: Ricardo Salampesy, Ruben Sanadi, Emanuel Wanggai, Ian Louis Kabes, Boas Solossa, Patrich Wanggai, dan Ferinando Pahabol, bila tak berbenturan dengan jadwal pertandingan Persipura.
"Hasil rapat tim pelatih dengan manajemen memutuskan bahwa pemain Persipura akan tetap ikut dan bertanding di tur Kalimantan. Pemain kami akan bergabung dengan timnas seandainya tidak berbenturan dengan jadwal bertanding Persipura. Demikian keputusan kami sebelum keberangkatan menuju Samarinda, pagi tadi," jelas Jacksen dalam pesan singkat, Kamis (7/3).
Di tur Kalimantannya, Persipura sendiri dijadwalkan melawan dua tim besar: Persisam Putra Samarinda pada 10 Maret dan Mitra Kukar pada 14 Maret. Dua pertandingan ini dianggap penting mengingat jarak poin dengan Persipura, sangat tipis.
Persipura yang kini menempati posisi kedua sendiri mengantungi poin 21. Adapun Mitra Kukar yang menghuni peringkat ketiga memiliki poin 19, sementara Persisam dengan poin 16.  
Sementara itu, Sekretaris Tim Persipura, Thamrin Sagala membenarkan keputusan itu. Namun, ia menjelaskan bahwa Persipura tetap berkomitmen melepas pemain ke timnas.
"Tentu kami akan lepas karena sudah ada rekonsiliasi. Namun, kami kemungkinan akan kirim 7 pemain setelah laga terakhir tur kalimantan melawan Mitra Kukar. Kemungkinan kami baru bisa melepas mereka ke Jakarta pada 15 atau 16 Maret. Yang jelas, kami tetap berkomitmen melepas pemain ke timnas," terang Thamrin Sagala.(sf)

Minggu, 03 Maret 2013

Persipura vs Barito Putra = 4-1 , Dibumbui 3 Penalti

Barito Putera gagal memenuhi ambisi memetik poin di kandang Persipura Jayapura, Stadion Mandala, Jayapura. Pada lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2012/2013, Minggu (3/3/2013) takluk 4-1 atas tuan rumah. Dalam laga itu, gol perdana tim Mutiara Hitam diciptakan Otavia Dutra melalui titik putih di menit 23.

Kemudian, Barito mampu menyamakan kedudukan enam menit kemudian melalui Coulibaly Djibril, juga melalui penalti. Namun, menit 32, Bio Paulin kembali membuat tim asuhan Jacksen F Tiago unggul. Skor 2-1 bertahan hingga turun minum. Babak kedua, tim tuan rumah kian beringas. Dua gol mampu diciptakan Boaz Solossa dan kawan-kawan. Gol ketiga Persipura kembali melalui penalti Otavia Dutra di menit 66. Kemudian, gol penutup laga itu dicetak Lukas Mandowen pada menit 84. -(sf)

Sabtu, 02 Maret 2013

Jacksen Tiago Ingin jadi pelatih yang Go- Internesyenal

Melatih di klub hebat dan bertaraf internasional sangat diinginkan semua pelatih professional. Hal ini juga diinginkan pelatih kepala Jacksen Tiago yang kini membesut Boaz Solossa dan kawan-kawan di klub kebangaan masyarakat Kota Jayapura, Persipura Jayapura.
Jacksen Tiago mengungkapkan bahwa dirinya ingin melatih klub di Asia, karena dengan begitu dirinya bisa bersaing dengan pelatih-pelatih hebat di disana. Melatih di Indonesia menurut pelatih asal Brasil tersebut adalah sebuah prestasi karena dirinya sudah mendapatkan sejumlah gelar yang diinginkan, baik itu sebagai pemain dan juga sebagai pelatih.
“Saya ingin melatih di kompetisi yang lebih berkualitas. Salah satunya di daerah Asia Selatan atapun di Timur Tengah,” katanya sabtu 2febuai 2013.
Dirinya mau membuktikan kepada dunia bahwa orang kulit hitam juga bisa berbuat banyak terhadap dunia olahraga khususnya di sepakbola dalam hal ini sebagai pelatih professional. “Di dunia, pelatih kulit hitam sangat jarang, dan bahkan namanya hilang ditelan bumi. Sebuat saja Frank Ricard, mantan pelatih Bercelona, hingga kini pamornya tenggelam setelah lepas dari Bercelona,” ungkapnya.
Ketika disinggung bagaimana mencapai mimpi tersebut, pelatih yang sering menggigit sedotan minuman mineral tersebut mengungkapkan bahwa, dengan mencapai hal tersebut, tim yang dibesutnya yaitu Persipura Jayapura harus berkompetisi di kompetisi internasional seperti AFC.
“Yah, Persipura harus bertanding  di level internasional. Karena dengan begitu kita bisa dikenal oleh dunia luar. Kalau hanya berkompetisi di liga domestic, bagaimana orang bisa mengetahui keberadaan saya ataupun tim Persipura Jayapura. Walaupun saat ini Persipura merupakan tim yang banyak mengoleksi gelar juara, tetapi bukan jaminan untuk dunia mengetahui keberadaan kita. Jalan satu-satunya yaitu Persipura harus intes berkompetisi di level internasional,” ungkapnya. [fy]

Rabu, 27 Februari 2013

Persipura vs Persiba = 2-0 , Mafia Judi gagal Menangkan Beruang Madu

Pemain Timnas Lebanon yang oleh federasi sepakbola lebanon telah dijatuhi hukuman tidak boleh lagi beredar di dunia sepakbola dikarenakan terkait kasus mafia judi dalam laga lebanon vs qatar yang berakhir 0-1tetap diturunkan oleh klubnya persiba balikpapan saat menantang tuan rumah persipura jayapura sore ini di stadion mandal jayapura .

namun sayang mafia judi tersebut gagal membawa timnya menang karena dipimpin zah rahan dan boaz salossa mereka berhasil ditumpas .

Persipura tampil dominan. Bahkan, dalam 10 menit awal pertandingan, Persipura mendapat 4 peluang emas di mana 3 di antaranya mampu digagalkan kiper Persiba, Wawan Hendrawan.

Terus dibombardir, pertahanan Persiba akhirnya jebol juga. Pada menit 18, Zah Rahan berhasil membuat Persipura unggul 1-0. Zah Rahan sukses mengkonversikan assists dari Boaz Solossa menjadi gol.
Persipura berpeluang menggandakan keunggulan menjadi 2-0 andai tendangan penalti Boaz tak digagalkan Wawan Hendrawan.
Namun Boaz tak butuh waktu lama untuk menebus kesalahannya. Pada menit 33, Boaz berhasil menggandakan keunggulan Persipura menjadi 2-0 yang akhirnya bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, Persipura tetap mengendalikan jalannya pertandingan. Sebaliknya Persiba sukses dipaksa bermain bertahan. Namun sayang peluang demi peluang yang diciptakan tuan rumah gagal dikonversikan menjadi gol. Alhasil skor 2-0 untuk keunggulan Persipura bertahan hingga pertandingan usai.

Dengan tambahan tiga poin ini, Persipura kini berada di peringkat dua dengan koleksi 15 poin dari 8 pertandingan. Sedangkan Persiba berada di peringkat 12 dengan torehan 9 poin dari delapan pertandingan.

Susunan Pemain
Persipura:
Yoo Jae-hoon, Ricardo Salampessy, Otavio Dutra, Bio Paulin, Lim Jun-sik, Zah Rahan Karangar, Imanuel Wanggai, Gerald Pangkali, Ortizan Salossa, Boaz Solossa, Patrich Wanggai

Persiba:
Wawan Hendrawan, Precious Emuejeraye, Alfian Habibi, Patrice Nzekou, Luca Savic, Mahmoud El Ali, Gangga Mudana, Syakir, Moustapha El Kassa, Absor Fauzi, Fengky Turnando (ibk)

Jumat, 22 Februari 2013

Persidafon vs Persipura = 0-2 , Tempel Mitra Kukar di Puncak

Diwarnai satu kartu merah, derbi Papua antara Persidafon Dafonsoro melawan Persipura Jayapura yang tersaji di Stadion Barnabas Youwe, Sentani, Jumat (22/2), dimenangkan oleh Persipura.
Persipura Jayapura menurunkan skuad terbaiknya pada laga yang disaksikan 15 ribu penonton ini. Boaz Solossa dkk mampu mendominasi permainan, dan memaksa tuan rumah Persidafon bekerja ekstra keras menahan gempuran tim Mutiara Hitam.
Peluang emas diraih Persipura tiga menit jelang babak pertama usai. Bola hasil tembakan Boaz Solossa yang mengarah ke gawang ditahan dengan tangan oleh Fransisco Rumkabu. Otomatis, wasit mengganjar aksi Rumkabu itu dengan hukuman kartu merah.
Sayang, Boaz Solossa gagal mengeksekusi tendangan penalti tersebut, karena tendangannya malah melambung. Gol Persipura baru tercipta pada menit ke-45, melalui sundulan Otavio Dutra, meneruskan umpan manis dari Zah Rahan.
Lima menit babak kedua berjalan, Boaz menebus kesalahannya dengan mencetak gol ke gawang Persidafon. Kembali lagi, Zah Rahan menjadi aktor di balik terciptanya gol Persipura. Meski unggul jumlah pemain, Persipura tak bisa menambah gol di sisa waktu. Begitupula dengan Persidafon, yang tak kunjung mencetak gol balasan  hingga wasit Jerry Elly meniupkan peluit panjang tanda berakhinya pertandingan.
“Kami akui kekalahan kami, kami memang kalah di semua lini dari Persipura. Kehilangan Fransisco Rumkabu dibabak pertama membuat kami kekurangan pemain untuk meladeni permainan Persipura. Yang pasti, kekalahan ini menghambat target kami untuk menyapu bersih semua laga di kandang,” kata Erens Pehelerang, pelatih Persidafon, usai pertandingan.
Sedangkan pelatih Persipura, Jacksen Tiago, mengaku Persipura kali ini lebih beruntung pada derbi Papua.
“Laga derby selalu mempunyai tensi yg tinggi, dan kami lebih beruntung disini ketimbang saat melawan Persiram. Dengan kemenangan ini,  kami masih tetap berada di jalur yang dari awal sudah direncanakan. Dan, ini merupakan modal berharga untuk menghadapi laga kandang kami nantinya,” papar Jacksen.
Dengan hasil ini, Persipura naik ke urutan kedua klasemen ISL 2012/2013 dengan 15 poin dari tujuh pertandingan, terpaut empat poin dari Mitra Kukar yang memimpin klasemen. Persidafon ada di posisi ke-12 dengan koleksi tujuh poin.(da)

Senin, 18 Februari 2013

Persiram vs Persipura = 1-1 , Koko Selamatkan Tuan Rumah

Persiram Raja Ampat berhasil menahan imbang tamunya, Persipura Jayapura, dengan skor 1-1 dalam pertandingan Indonesia Super League (ISL) di Stadion Wombik, Sorong, Papua Barat, Senin (18/2) petang.
Pelatih Persiram, Jaya Hartono mengaku bersyukur dengan hasil tersebut karena anak-anak asuhnya bisa menahan imbang tim sekelas Persipura.
“Alhamdulilah jalannya pertandingan cukup seru dan menegangkan. Dan hasinya draw 1-1,” kata Jaya.
Disampaikanya, tim tuan rumah sempat tertinggal lewat gol Patrick Wanggai dimenit ke-14, namun pada menit ke-34 disamakan oleh James Koko Lomel. Persiram sempat ketinggalan dengan gol Patrick tapi kemudian disamakan oleh Koko Lomel,” katanya.
Sebelumnya, jubir Persiram Charles Imbir sesumbar timnya bakal meraih poin penuh dari Persipura. Dengan hasil ini Persiram berada di posisi ke-10 klasemen sementara ISL dengan poin delapan dari tujuh kali bertanding, dua kali menang, dua kali seri dan tiga kali menelan kekalahan.
Sementara itu Persipura tertahan di posisi keempat dengan poin 12 dari enam kali bertanding dengan tiga kali menang, tiga kali seri, dan belum sekalipun kalah.[gj]

Minggu, 17 Februari 2013

Manajer : Persipura Butuh 20 Miliar satu Musim

Kesebelasan kebanggaan masyarakat di Tanah Papua, Persipura Jayapura, memerlukan biaya sekitar Rp20 miliar pada kompetisi 2013 agar tetap bisa berlaga. Mereka konsisten tidak memakai dana APBD Jayapura ataupun Papua untuk membiayai keperluan berkompetisi.

Manager Persipura, Rudi Maswi, di Jayapura, Minggu, mengatakan, "Untuk membiayai kegiatan selama turnamen, Persipura menggandalkan sponsor, antara lain PT Freeport, Bank Pembangunan Daerah Papua, PT Basowa, dan beberapa sponsor lain."

Ketika ditanya besarnya bantuan dari PT Freeport dan BPD Papua, dia mengatakan, pada musim kompetisi 2013 ini PT Freeport menyumbang Rp8,5 miliar, naik dari sebelumnya Rp7 miliar.

"Sedangkan BPD Papua, sesuai hasil penandatanganan kerja sama yang baru ditandatangani telah mengalokasikan dana sebesar RP 3 miliar, kata dia.

Menurut dia, bantuan dari berbagai sponsor ini sangat membantu dalam "mengamankan" kesebelasan dari Bumi Cenderawasih itu. "Anak-anak asuhan Jackson Tiago cukup solid. Kami akan berupaya bermain sebaik mungkin dalam kompetisi kali ini," kata Maswi.(wr)

Rabu, 13 Februari 2013

Telkomsel dan Pt Bosowa tak lagi Sponsori Persipura ,Tapi Bank Papua Guyur Rp 4 M

Pada musim lalu, klub asal Kota Jayapura, Persipura Jayapura memiliki empat sponsor, namun untuk mengarungi musim kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2012-2013, pasukan Jacksen Tiago ini hanya memiliki dua sponsor yaitu PT. Freeport Indonesia dan Bank Papua.
Dua sponsor lainnya yaitu PT. Bosowa dan PT. Telkomsel mengundurkan diri dan tidak lagi menjadi sponsor untuk tim kebangaan masyarakat Kota Jayapura. Hal ini diungkapkan Ketua Umum Persipura Jayapura, Drs. Benhur Tommy Mano, MM kepada wartawan usai melakukan penandatangan MoU antara Bank Papua dengan Persipura Jayapura, Selasa (12/2) di Kantor Pusat bank Papua sore kemarin.
“Kami musim ini hanya dua sponsor saja, dan kami masih berharap ada sponsor-sponsor lain yang bisa membantu Persipura untuk mengarungi kompetisi ISL di tahun ini,” kata Tommy Mano.
Dijelaskan, untuk PT. Telkomsel sendiri, pihak manajemen Persipura telah mengirimkan surat permohonan untuk menjadikan PT. Telkomsel menjadi salah satu sponsor di klub Persipura Jayapura, namun hingga kini manajemen Persipura belum mendapatkan kepastian dari pihak PT. Telkomsel.
“Kami sudah menyurat, namun belum ada kepastian dari pihak Telkomsel. Untuk itu, tahun ini PT. Telkomsel sudah tidak bersama kami lagi,” tukasnya.
Disinggung logo PT. Telkomsel yang masih terpampang di jersey Persipura saat ini, Tommy Mano menegaskan untuk logo tersebut akan dicabut. “Dalam waktu dekat kai akan mencabut logo PT. Telkomsel tersebut, dan kami mengucapkan terimakasih kepada pihak PT. Telkomsel yang sudah banyak membantu Persipura tahun lalu,” tutupnya.

Sementara itu  PT Bank Pembangunan Daerah atau lebih dikenalnya bank papua akhirnya memperpanjang kontrak sponsor terhadap klub asal Kota Jayapura, Persipura Jayapura dengan melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung halaman Bank Papua, Selasa (12/2) sore kemarin.
Dalam MoU tersebut, Bank Papua memberikan bantuan berwujut sponsor selama satu musim kompetisi dengan total dukungan sebesar 4 Miliar.
Inisiatif ini merupakan wujud komitmen Bank Papua dalam turut memajukan prestasi olehraga di Provinsi Papua khususnya cabang olahraga sepakbola yang merupakan salah satu cabang olahraga yang paling populer bagi masyarakat Papua dimana banyak bakat pemain sepakbola terbaik di Indonesia berasal dari Provinsi Papua.(jh)

Pelatih Persija : Kata Peter White, di Indonesia Cuma Boaz Salossa Pemain yang Punya daya Juang

Nama mantan pelatih tim nasional (timnas) Indonesia Peter Withe, memberikan banyak kenangan bagi Iwan Setiawan. Juru ramu Persija Jakarta ini menilai, jika dirinya banyak mendapat pelajaran berharga dari pelatih asal Inggris tersebut.

Withe adalah pelatih timnas Garuda pada periode 2004 sampai 2007. Tidak ada memang satu pun gelar juara yang diberikan bagi Indonesia selama dibesutnya. Adapun satu-satunya prestasi tertinggi yang torehkan pelatih kelahiran Liverpool itu adalah, membawa timnas Indonesia meraih medali perak pada SEA Games 2004.

"Dia pelatih hebat, walau memang dipandang kurang berhasil saat menukangi timnas Indonesia. Tapi dia banyak memberikan hal-hal baru bagi sepak bola Indonesia" ungkap Iwan.

Ada satu hal yang paling diingat Iwan terkait Withe. Menurut penuturannya, pelatih yang mampu mengantar Thailand meraih medali emas pada SEA Games 2000 dan 2002 sempat menilai jika banyak pemain Indonesia tidak memiliki daya juang yang tinggi saat beradu kemampuan dengan para pemain lawan.

"Saya sempat kaget ketika Withe mengatakan pemain kita kurang garang di lapangan. Dia bilang jarang sekali ada pemain kita yang berani melakukan penetrasi jika memiliki peluang. Hanya sedikit pemain yang seperti itu. Dan jika ada dia menyebutkan hanya Boaz (Salossa) penyerang Persipura Jayapura," jelas Iwan.

Sabtu, 09 Februari 2013

Persiwa WO , Persipura dipastikan Menangi Derby Papua

PERSIWA Wamena tak mau rapat Pilkada Papua terusik. Mereka pun pilih tak berjibaku kontra Persipura Jayapura.

Persiwa kirim surat kepada PT Liga Indonesia (LI) terkait keengganan mereka bertarung melawana Persipura Jayapura dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2012/2013, Minggu (10/2) di Stadion Mandala, Jayapura. Keputusan mundur dari laga itu langsung diutarakan Agus Santoso, tim manajer Persiwa.

"Kami sudah menyurati PT LI selaku pengelola ISL 2012/2013. Kami memberi tahu kalau kami memilih tak bertanding melawan Persipura karena ada rapat pleno Pilkada Papua pada 13-14 Februari," kata Agus  Sabtu (9/2).

Agus menjelaskan permohonan melalui surat itu disampaikan ke PT LI sejak Jumat (8/2). Surat itu berisikan berbagai alasan terkait keputusan Persiwa tak jalankan pertandingan melawan Persipura.

"Kami tak bermain melawan Persipura bukan karena tak siap, tapi lebih mendauhulukan kepentingan lebih besar, yakni rapat pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua yang momennya berdekatan dengan pertandingan itu," jelas Agus.

"Jika dianggap kalah WO dan dapat sanksi dari PT LI, Persiwa siap. Terpenting, tujuan dan alasan yang kami sampaikan sangat mendasar. Kami ingin rapat pleno KPU Papua berjalan aman dan lancar," tegas Agus.

"Jika partai Persiwa-Persipura dipaksakan bergulir, kami khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan atau partai itu disusupi pihak tertentu sehingga keadaan di Jayapura jadi tak nyaman," tukas Agus lagi.

Saat dikonfirmasi, soal itu dibenarkan Sekretaris PT LI Tigorshalom Boboy. Ia menyatakan Persiwa memang sudah melayangkan surat keberatan tampil melawan tim Mutiara Hitam.

"Kami sudah menerima surat keberatan yang disampaikan Persiwa. PT LI segera menanggapinya setelah rapat. Ini bukan peristiwa biasa. Yang pasti, status laga tetap sesuai jadwal ISL 2012/2013," sebut Tigorshalom.

Sebelumnya, Kapolresta Jayapura AKBP Alfred Papare mengatakan pihaknya siap mengamankan proses pertandingan Persiwa kontra Persipura jika memang tetap ingin digulirkan sesuai jadwal.

Selasa, 05 Februari 2013

Spencer Infandi : Stevie Bonsapia Tau diri Donk !! Kamu Besar karena Persipura !

Sebagai akibat tidak mematuhi keputusan manajemen klub atau tim Persipura Jayapura, Stevie Bonsapia bersedia dan menyetujui kontrak kerja antara dirinya  dengan manajemen tim Persipura bernomor : 078.A/Persipura/VIII/2012 yang ditandatangani di Jayapura pada tanggal 13 Agustus 2012 lalu.
Dimana disebutkan dengan diputuskannya kontrak kerja tersebut, sebagai pemain sepakbola profesional dirinya bersedia mengembalikan sebagian uang yang telah diterima saat penandatanganan kontrak kerja dengan manajemen klub/tim Persipura yaitu 50 % dari Rp 168.000.000 yaitu sebesar Rp 84.000.000 seperti yang tertuang dalam pasal 10 ayat (2c), ditambah pinjaman uang tunai sebesar Rp 35.000.000 dan hutang tiket sebesar Rp 10.128.000. Dengan demikian total seluruhnya utang Stevi yang harus dibayar kepada Persipura sebesar Rp 129.128.000.
Dalam hal ini Stevi Bonsapia tidak susah untuk mengembalikan utang ke Persipura, karena pengembalian dana tersebut menjadi tanggung jawab manajemen Timnas PSSI Pra Piala Asia atau Pengurus PSSI pimpinan Djohar Arifin dan akan dibayarkan selambat-lambatnya 7 hari kerja terhitung sejak tanggal surat pernyataan.
Dalam surat pernyataan yang dibuat itu, secara otomatis pula, manajemen Persipura telah mengembalikan Paspor milik Stevie Bonsapia dengan nomor: T 836070 yang tanggal habis waktunya 21 Oktober 2014.
Secara terpisah, mantan manajer Persipura, Spencer Infandi menanggapi hengkangnya Stevi Bonsapia ke Timnas, adalah hak pribadi Stevi. “Itu hak pemain. Kalau dia punya hati sudah tidak lagi di Persipura, itu hak dia,”ungkap Infandi, Senin, (4/2) di Kantor KONI Papua, APO Jayapura.
Hanya saja Spencer Infandi mengingatkan kepada Stevi dan semua pemain Persipura, bahwa mereka terkenal dan menjadi besar karena Persipura. “Bagaimana orang tau Stevi, kan dari Persipura,”ungkap Spencer Infandi.
Bahkan dia mengatakan bahwa saat menjadi manajer pada era 90-an,  pernah mengingatkan mantan anak-anak Persipura seperti Rony Wabia, Chrisleo Yarangga, Eduard Ivakdalam dan lain-lainnya, kalau karena Persipuralah mereka dibesarkan. “Jadi Stevie besar karena jasa Persipura. Jangan jadi besar, lupa yang besarkan kita,”diplomasi Spencer Infandi.(fg)

Minggu, 03 Februari 2013

Sering Jadi CAMAT (cadangan Mati ) di Persipura , Alasan Stevie Akhirnya Gabung Timnas Djohar

Ketua Harian Persipura, La Sya mengatakan, alasan Stevi Bonsapia meninggalkan Persipura karena dia tak pernah dimainkan selama dua laga away pada kompetisi ISL musim ini.
“Alasan dia ke saya begitu. Dia mau keluar dari Persipura karena selama laga tandang, dia selalu jadi camat (cadangan mati ) (cadangan abadi, red). Saya lalu katakan, sebanarnya gampang kalau kamu mau dimainkan, harus banyak berlatih untuk bersaing dengan pemain lain,” kata La Sya, Minggu (3/2).
Menurutnya, selama ini manajemen Persipura tak pernah mau ikut campur urusan teknik tim. Siapapun pemain yang ditunjuk pelatih untuk bermain, iti hak mutlak pelatih. Selain itu kami manajemen Persipura juga bersikap profesional.
“Selama Stevi sakit tak ada pemotongan gaji. Selama dia berobat ke Jakarta, manajemen juga membiayainya. Namun jika dia menganggap itu yang terbaik bagi dirinya, silahkan,” ucapnya.
Terkait tunggakan Stevi, dimana yang bersangkutan harus mengembalikan 50 persen dari uang muka yang telah diterima dari manajemen Persipura dikatakan La Sya, Stevi menyanggupi itu. Asisten manajer timnas, Nico Dimo menghubungi La Sya dan menyanggupi membayar tunggakan Stevi.
“Nico Dimo sms saya dan mengatakan tunggakan Stevi di Persipura akan menjadi tanggungan timnas. Timnas menyanggupi mengembalikan Rp. 125 juta atau 50 persen dari kontrak yang sudah diterima Stevi. Tapi mereka minta waktu hingga Timnas kembali dari Yordania,” katanya.
“Tapi utang Stevi berupa 50 persen uang muka yang diterima saat tandatangan kontrak dan utang-utang lainnya sebenarnya total Rp. 129 juta, bukan Rp. 125 juta,” lanjut dia.
Walau demikian dikatakan, hengkangnya Stevi dari Persipura tak akan menggoyahkan tim ‘Mutiara Hitam’. Manajemen juga tak berpikir untuk mencari pengganti Stevi karena stok pemain yang tersedia bisa dimanfaatkan.
“Kepergian Stevi tidak akan membuat Persipura runtuh. Kami juga tidak akan mencari penggantinya. Stevi kan tahu Persipura melarang pemainnya gabung Timnas pimpinan Djohar Arifin,” tutup La Sya.
Namun alasan kepergian Stevi yang disampaikan La Sya sama sekali tak seperti rumor yang beredar. Kabarnya, Stevi memilih meninggalkan Persipura dan memperkuat timnas, karena dia menjadi barter atau kompensasi untuk jabatan orang tuanya di Kabupaten Sarmi.(hrf)