Pages

Minggu, 29 Juli 2012

Terapi & Pengobatan Penyakit Kanker Payudara | Tips Kesehatan | Cara Mengatasi Terjadinya Kanker Payudara

Terapi & Pengobatan Penyakit Kanker Payudara | Tips Kesehatan | Cara Mengatasi Terjadinya Kanker Payudara - Kanker Payudara adalah pertumbuhan yang tidak terkontrol dari sel pada bagian payudara. Munculnya sel kanker tersebut terjadi sebagai hasil dari mutasi atau perubahan yang tidak normal pada gen yang bertanggung jawab menjaga pertumbuhan sel dan menjaganya tetap normal ( sehat ). Gen di dalam setiap inti sel yang bertindak sebagai ruang kontrol dari masing - masing sel. Biasanya sel dalam tubuh kita berganti sendiri secara teratur. Proses pertumbuhan sel sehat baru mengambil alih sel lama. Tapi seiring waktu, mutasi bisa menghidupkan beberapa gen dan mematikan bagian lain dalam sel. Sel yang berubah tersebut memiliki kemampuan untuk berpisah dan tanpa kontrol memproduksi lebih banyak sel - sel seperti itu dan membentuk tumor, Tumor bisa jinak ( tidak berbahaya untuk kesehatan ) atau ganas ( memiliki potensi untuk menjadi berbahaya ). Tumor jinak bukan kanker tetapi memiliki kemiripan dengan sel normal, tumbuh perlahan, dan tidak menyebar ke jaringan atau bagian lain dari tubuh. Tumor ganas ( malignan ) disebut kanker. Sel ganas dapat menyebar di luar tumor asal ke bagian,...



Istilah Kanker Payudara merujuk kepada suatu tumor ganas ( malignan ) yang berkembang dari sel - sel di payudara. Kangker payudara biasanya dimulai pada sel di lobules, kelenjar yang memproduksi susu, atau pada duktus saluran kelenjar susu, saluran yang menghubungkan lobulus ke ‘puting susu’. Jarang terjadi, kanker payudara mulai pada jaringan stromal, termasuk jaringan lemak dan jaringan ikat dari payudara, Seiring dengan waktu, sel - sel kanker dapat menyebar ke jaringan payudara sehat membuat jalan masuk ke kelenjar getah bening di ketiak, suatu organ kecil yang menyaring benda asing dalam tubuh. Hanya 5-10% dari kanker diwarisi dari ibu / ayah. Kira - kira 90% dari kanker payudara adalah karena abnormalitas genetik yang terjadi sebagai hasil dari proses ketuaan  Meskipun ada langkah yang dapat dilakukan setiap orang untuk membantu tubuh tetap sehat seperti makan diet seimbang, tidak merokok dan alkohol, serta latihan secara teratur,...




Menurut American Cancer Society, perubahan di luar biasanya pada payudara bisa menjadi gejala dari kanker payudara : Bengkak semua atau sebagian dari payudara, Iritasi kulit atau dimpling, Payudara sakit, Puting susu sakit atau masuk kedalam, Kemerahan atau penebalan puting susu atau kulit payudara, Nipple discharge atau cairan puting selain air susu, Benjolan di daerah ketiak. Perubahan ini dapat juga menjadi tanda untuk kondisi yang tidak bersifat kanker, seperti infeksi/inflamasi/peradangan/kista. Penting bahwa perubahan pada payudara segera diperiksakan pada dokter payudara terdekat,...
    1. Bedah, Lumpectomy atau Breast conserving surgery ( Bedah dengan seminimal mungkin menjaga payudara tetap utuh ), mastektomi ( pengangkatan payudara, bisa sebagian atau seluruhnya ) atau diseksi kelenjar getah bening.

    2. Kemoterapi.

    3. Terapi radiasi.

    4. Therapi hormonal.

    5. Kedokteran Holistik dan Komplementer, seperti akupunktur, meditasi, dan yoga yang dapat membantu anda selain perawatan medis.

    Efek sampingnya bisa mermacam - macam tergantung jenis terapi yang didapatkan antara lain : nyeri perut, adiksi, reaksi alergi, anemia, ansietas ( cemas ), perubahan selera, rasa tidak enak pada ketiak, nyeri punggung, masalah perdarahan pembekuan darah dan flebitis ( phlebitis ), nyeri tulang dan sendi, nyeri dada, gejala flu, konstipasi, batuk, dehidrasi, penyembuhan luka yang lambat, depresi, diare, mulut kering, pusing, kulit kering, ketidakseimbangan elektrolit, endometriosis, lemah, pingsan, masalah fertilitas, demam, kentut, ( flatus ), perubahan rambut, hand-foot syndrome ( HFS ) atau palmar-plantar erythrodysesthesi ( PPE ), sakit kepala, masalah pendengaran, masalah jantung, refluks gastro-esofagal ( GERD ), hematoma, hipertensi, kolesterol tinggi, hot flashes ( serangan panas ), infeksi, reaksi pada tempat suntikan, insomnia ( susah tidur ), gatal, masalah ginjal, kram kaki, hepatotoksisitas ( masalah hati ), hilangnya libido, hipotensi, penurunan jumlah sel darah putih, masalah paru - paru, limfedema, hilang ingatan, gejala menopause, mual, neuropati, perdarahan dari hidung, hilang rasa, osteoporosis, gangguan stres pasca trauma, infeksi saluran kemih, perubahan kulit, perubahan berat badan, muntah, masalah penglihatan dan dll,...