Pages

Tampilkan postingan dengan label KENANGAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KENANGAN. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Maret 2013

KENANGAN : Isu Suap dan Dualisme Pelatih Timnas di Kualifikasi Piala Asia' 96

agung setiabudi
Satu bulan setelah tim nasional meraih hasil buruk ( gugur di fase grup setelah kalah bersaing dari thailand dan Vietnam ) di ajang Sea Games 1996 Chiang Mai , PSSI kembali membentuk tim yang dipersipakan untuk mengarungi babak Kualifikasi Piala Asia 1996 . Sebelumnya , Timnas belum pernah sekalipun lolos ke babak final sejak ajang ini dihelat pertama kali pada tahun 1956.

Hingga proses pembentukan tim , semua berjalan normal . Namun di hari saat PSSI akan mengumumkan nama-nama pemain , para awak media yang biasa meliput di senayan sempat digemparkan dengan munculnya sebuah surat edaran yang belakangan disebut / dikenal sebagai "surat sakti ".

Surat yang beredar tersebut adalah fotocopy-an dari surat resmi PSSI yang berisikan nama -nama pemain yang dipanggil ke timnas . Hanya saja di surat tersebut , terdapat beberapa keganjilan .Mulai dari adanya tulisan tangan atas nama Nirwan bakrie , sosok yang kala itu menjabat sebagai ketua bidang teknik dan tim nasional  , hingga pencoretan nama Maskur Rauf dan suwandi serta pemanggilan Ansyari Lubis dengan tinta pulpen .

Belakangan , PSSI menyebutkan bahwa tulisan tangan nirwan , sinyal pencoretan rauf dan suwandi serta pemanggilan Ansyari dengan tinta pulpen , merupakan permintaan menit-menit akhir Andi teguh , yang kal itu menjabat sebagai pelatih timnas . Faktanya , Rauf dan Suwandi akhirnya memang terpinggirkan .. Sedangkan Ansyari masuk dalam tim .

Keganjilan tak berhenti disitu . Di tengah jalan muncul dualisme kepelatihan . Posisi andi teguh tiba-tiba diganti Danurwindo . Padahal sebelumnya , Andi sempat mengklaim bahwa ia memiliki wewenang penuh atas timnas . Namun Faktanya dilapangan , Danur tampak lebih banyak berperan dan aktif dalam mengurusi hal-hal teknis .

"Sebagai direktur teknik , Danur membawahi seluruh timnas merumuskan program dan mengawasi program tersebut .Khususnya timnas senior , ia langsung terjun sampai soal urusan pemain dalam pertandingan " ujar nirwan kala itu .

Lalu bagaimana tanggapan andi dan danur ? "Saya menerima tanggung jawab ini untuk Timnas . Saya sudah bicara dengan Andi dan tidak ada masalah diantara kami ," ujar Danur .

"Sudahlah, jangan diungkit-ungkit lagi soal dualisme kepelatihan di timnas senior .Sudah kelar .Jangan diungkit lagi " jelas andi kal itu .

Dibalik keganjilan-keganjilan tersebut , timnas terus bersipap . Para pemain bahkan harus rela merayakan lebaran jauh dari keluarga meski sebenarnya timnas hanya beruji coba di dalam negeri .

Kontras dengan India dan Malaysia , dua negara pesaing di fase grup. Malaysia sempat beruji coba di timur tengah , sedangkan india baru menjelma sebagai kekuatan baru setelah keluar sebagai juara di pesta olahraga se-Asia selatan .

Babak kualifikasi mengambil tempat di malaysia . Indonesia bermain imbang 0-0 dengan tuan rumah di laga pembuka . Dua hari kemudian , Timnas mengamuk lewat kemenangan 7-01 atas India . Indriyanto Nugroho , Rochi Putiray dan Ansyari Lubis masing-masing mencetak dua gol . Satu gol lagi dicetak peri sandria .



DUGAAN SUAP

Laga Terakhir antara malaysia vs India pun menjadi krusial . Beberapa pihak khawatir bahwa kecilnya peluang india untuk lolos , memungkinkan terjadinya kasus suap .

Menurut laporan langsung yang ditulis tabloid BOLA kala itu , Pelatih india asal Uzbekistan , Rustam Akramov , mengatakan bahwa timnya tetap akan bertarung sepenuh hati meski peluang mereka hampir tertutup . Benar saja , India hanya kalah 5-2 dari Malaysia . Dengan hasil tersebut , Indonesia berhak lolo ke putaran final di Uni emirates Arab karena unggul selisih gol dari tuan rumah .

Yang menggemparkan justru komentar pelatih india , Akramov usai laga . " memang , saya pernah didekati beberapa bandar - bandar suap . Lima kali mereka menghampiri saya . Empat kali di kamar dan satu kali di lobi hotel .tapi tak ada satupun yang saya tanggapi ." ujar akramov .


Bukan hanya kubu india saja yang didekati bos-bos suap . harian KOMPAS kala itu juga memuat artikel soal percobaan suap kepada skuad merah-pputih berdasarkan laporan dari salh satu official tim dan beberapa karyawan hotel .

" Setiap kali timnsa indonesia makan malam , ada beberpa orang berseragam rapih yang kerap coba mendekati pemain -pemain Indonesia . Mereka tampak berjaga-jaga di sekitaran restoran hoteel ." ujar kedua sumber tersebut .

skuad timnas di putran final piala asi 1996
Setidaknya , beberapa keganjilan yang muncul di masa persiapan , justru menghadirkan hal positif baru . Timnas lolos ke putaran final Piala Asia untuk pertama kalinya dalam sejarah . Di UEA , widodo sukses meninggalkan jejak manis bagi merah-putih lewat gol tendangan gunting separoh saltonya ke gawang kuwait.(yr)


Daftar Pemain :

Pelatih : Andi M teguh 
Kiper : kurnia sandy , sumardi 
Belakang :jaya hartono , nandang kurnaedi , robby darwis , anang ma'aruf , yeyen tumena , aples tecuari , sugiantoro , nuralim
Tengah : fachri husaini , widodo c Putro , erry erianto , khairil anwar , maskur rauf , ansyari lubis 

depan : peri sandria , rocky putiray ,indrianto nugroho

Selasa, 12 Maret 2013

KENANGAN : Persib Plus Juara Piala Sultan Hassanal Bolkiah 1986

"Menurut saya , persib lebih mantap ketika bermain di brunei dibanding ketika menghadapi manokwari du final kejuaraan divisi utama di Senayan . " kata pelatih persib , nandar iskandar dua pekan setelah tim asuhannya menjuarai piala sultan Hassanal Bolkiah 1986 di brunei Darussalam.

Materi Persib saat menjuarai divisi utama PSSI dengan mengalahkan Perseman Manokwari 1-0 di final pada bulan maret 1986 sebenarnya tidak banyak berbeda dengan tim yang mengikuti turnamen di brunei pada 20-27 juli 1986. Namun , Seperti diakui Nandar , kehadiran dua pemain tamu , Yusuf Bachtiar (dipinjam dari perkesa 78 ) dan herry kiswanto ( Krama Yudha tiga berlian) , membuat dirinya bisa menghidupkan kembali peran ajat sudrajat sebagai striker .

skuad persib di final divisi utama 1986 melawan perseman manokwari


Dengan yusuf di lini tengah yang meneruskan bola ke depan dan herry di belakang yang menjadi benteng dan inspirator serangan , ajat kebanjiran operan-operan bagus . Ajat , yang beberapa tahun sebelumnya digembleng oleh pelatih asal polandia , marek janota , untuk menjadi striker top , tampil hebat bersama persib di brunei .

Kubu persib sengaja mengundang kedua pemain tersebut karena dua pemain andalan mereka tidak bisa ikut ke brunei . Libero Adeng Hudaya sedang mengikuti pemusatan latihan tim nasional di Brazil , sementara stoper robby darwis mengikuti pemusatan tim nasional B untuk menghadapi turnamen Merdeka Games di kuala Lumpur . Namun pada saat-saat akhir , PSSI mengizinkan robby untuk bergabung dengan Persib sehingga maung bandung menjadi lebih solid .

Dengan kekuatan terbaik minus Adeng tetapi plus herry dan yusuf , persib pun berjaya di fase grup . maung bandung membantai tim asal filipina 4-0 dan kemudian mengalahkan tuan rumah 2-1 . 

yusuf bactiar
Pada semifinal , dibayangi oleh kekalahan menyakitkan lewat adu penalti , dari PSMS di final divisi utama 1983 dan 1985 , sobur , ajat , robby , iwan sunarya , wawan kurniawan dkk harus menjalani babak adu penalti melawan singapura setelah dalam waktu normal bermain imbang 0-0 . Tetapi kali ini mereka menang di babak tersebut dengan skor 4-2

Pada Final , persib menghadapi malaysia harimau , tim yang terdiri dari pemain-pemain muda . gol tunggal yusuf bachtiar membawa persib menjadi juara sekaligus memberi kebanggan kepada sepakbola indonesia karena sebelumnya tim-tim indonesia sering gagal total saat mengikuti turnamen di luar negeri , termasuk kekalahan 0-7 tim nasional dari thailand di SEA GAMES 1985. 

Jadi tidak heran kalau ratusan ribu orang menyambut kedatangan ajat dkk di bandung akhir juli (yr)





Rabu, 27 Februari 2013

KENANGAN : Foto Jejak Persija vs Persib di Masa Lalu

Ini adalah pertandingan Persija VS PERSIB tahun 86/87 pertandingan ini kalau berakhir 3-3.  Stadion Senayan, waktu itu masih menggunakan nama senayan, didominasi oleh pendukung persib alias BOBOTOH. Persija waktu itu masih menggunakan warna merah sebagai warna utamanya. Sebuah fakta yang mungkin tidak banyak dari pendukung persija sekarang yang tahu. Yang ada digambar adalah kapten persib saat itu, Adeng Hudaya (7), sementara dari pihak Persija Tony Tanamal (3).

pertandingan antara Persija VS PERSIB tahun 90. Yang ada digambar adalah kekey Zakaria yang sedang dihadang oleh seorang pemain belakang persija.

Masih pertandingan Persib VS PERSIJA di stadion senayan yang saat itu dibanjiri BOBOTOH.

Senin, 25 Februari 2013

KENANGAN : Tahun 1973 , Klub Jerman St Pauli dikalahkan Timnas , Lalu Berhasil Kalahkan persebaya dan Cukur Psms 6-0


Pada awal tahun 1973, keseblasan asal Jerman Barat, St. Pauli, yang masih bersetatus semipro pernah berkunjung ke indonesia. Pada pertandingan awal disenayan melawan Timnas Senior, St.Pauli digasak langsung dengan skor 4-2. Timnas pada saat itu dihuni oleh iswadi idris, judo hadianto, Risdianto dan andi lala.
Kemudian dalam lawatannya ke Surabaya, mereka berhasil menundukkan Persebaya Surabaya 4 -2, Kesebelasan St. Pauli saat bertandang ke Medan berhasil memulihkan gengsi sepakbola Jerman Barat dengan menembus gawang PSMS Medan yang dikawal kiper ke 2 nasional, Ronny Pasla dengan setengah lusin gol 6-0 tanpa balas.
Bisa menghajar PSMS sebagai Juara PSSI dan Pemenang Piala Presiden Soeharto di kandangnya sendiri dengan skor telak memang merupakan suatu hal yang tidak mudah pada saat itu. Karena di tahun era 70’ PSMS terkenal garang di Kandangnya. Walaupun kalah juga tak pernah lebih dari skor 2-0. PSMS pada saat itu tidak menurunkan penyerang Tumsila dan poros-halang Anwar Ujang yang terkadang dipasang sebagai bek kanan. Mungkin tanpa kehadiran dua andalan PSMS ini, menjadikan serangan barisan utama Medan menjadi tumpul dan benteng pertahanannya menjadi rapuh.
Sementara digantinya penjaga gawang Larsen oleh Lange menjadi titik balik permainan st. Pauli. Klub jerman ini menerapkan taktik permainan pendek dengan aksi bintang mereka René Martens yang berhasil menjinakkan Sukiman cs dan kawan-kawan. Terlihat sekali Kesebelasan PSMS tanpa dua pemain inti tersebut menjadi kehilangan bobot? Dan cerita yang berkembang bahwa setelah Juara Piala Presiden Soeharto, tim PSMS terus di buru pujian atas prestasi, yang menjadikan anak-anak Medan menjadi jenuh dan jemu bersepakbola.
Dan ada lagi satu faktor yang nampaknya lebih dekat pada kebenaran: bahwa diera masa lalu semangat pertandingan "persahabatan" agaknya kurang bisa membangkitkan fanatisme daerah.Faktor yang selama ini amat menentukan Kesebelasan Medan bermain dengan kegairahan dan haus kemenangan di era jayanya . Kekalahan 6 gol tanpa balas ternyata lebih tepat dinilai sebagai pelajaran ulangan bagi Kesebelasan PSMS bahwa semangat dan kemauan bisa mengimbangi teknik untuk mencapai suatu kemenangan, sementara teknik yang rendah tanpa semangat dan kemauan yang keras hanya lebih tepat menjadikan PSMS dimangsa lawan. Dan faktor ketrampilan teknis inilah yang agaknya menempatkan Kesebelasan PSMS tidak konsisten dalam prestasi internasionalnya, baik di dalam negeri maupun di luar negeri sebagai wakil PSSI. Walaupun pada saat itu kemampuan tim PSMS sangat memungkinkan untuk menjadi keseblasan yang tangguh di kawasan ASIA.(ry)

Jumat, 23 November 2012

KENANGAN : Freddy Henry Meeng Legenda Sepakbola BATAVIA

Mungkin tak banyak orang tau siapa Eddy Meeng. Dan mungkin orang memang sudah lupa tentang sejarah sepakbola kota tempo dulu yang bernama Batavia.

Freddy Henry atau yang biasa disapa Eddy Meeng lahir pada 20 Desember 1908 di Pladjoekota Palembang, Sumatera Selatan. Karena ayahnya di tugaskan di pulau jawa, maka lau ia Keluarga kemudian pindah ke Jawa dan menetap di Batavia (nama kota sebelum jakarta sekarang).

Bersama dengan adiknya Frans, Eddy sangat gila sepak bola. Mereka memiliki bakat yang luar biasa dari anak-anak seusianya. Lalu pada usianya yang ketiga belas ia dan Frans bergabung dalam Asosiasi Sport Internal Administrasi (SVBB), kemudian mereka juga sempat bergabung ke klub Boys Blue, klub yang dididirikan oleh salah seorang petinggi kompeni Belanda. Dan di klub ini lah Eddy tertempa sebagai palang pintu di garis belakang.

Selama berkiprah di blantika sepakbola, Eddy Meeng telah bermain dari 1921 sampai pada Perang Dunia II..Ia juga sempat menyebutkan kalau sang adik Frans adalah seorang pemain lapangan tengah yang baik. Sedangkan Eddy, dulu juga kadang-kadang bermain sebagai penyerang.

Eddy Meeng sangat merasakan kesuksesasannya dalam karik sepakbolanya di era 1928-1930.Yang menjadi kenangan terindah sampai di usia senjanya. Pada era 1928-1930, tim SBVV Batavia memang menjadi tim yang sangat menakutkan di kawasan asia. Di tim ini juga muncul nama-nama besar seperti Lasso, Van Hooydonk, Bert Bax, Sumo (yang di juluki Hercules), Weise, Chris Mols, dan Janus Becker.



Sebagai pelatihnya tim Batavia di isi oleh orang Belanda tulen bernama "Paatje" Crompvoets. Paatje juga termasuk pelatih yang paling berhasil di era tahun 1930 an kenang " Meeng Eddy"
.Keberhasilan SVBB Batavia memang sungguh luar biasa karena prestasinya dicapai setelah beberapa tahun sebagai klub promosi.

Puncak sepakbola Eddy Meeng dalam kehidupannya adalah saat timnya memenangi kejuaraan di Surabaya. Pada saat itu Tim Surabaya memiliki seorang stiker tangguh bernama Bep Bakhuy, bahkan stiker ini pada tahun 1937 menandatangani kontrak dengan FC Metz Perancis. Tapi tugas untuk menjinakan Bep Bakhuy akhirnya sukses di emban Eddy Meeng. Batavia pun akhirnya menang dengan skor 4-3.



Berkat prestasi itu,tim SVBB Batavia akhinya tercatat sebagai klub penyumbang pemain terbanyak dalam tim Hindia Belanda yang berpartisipasi dalam Piala Dunia 1938 di Perancis. Salah satu hal yang ia sesalkan adalah kesempatan yang ia buang takkala ia harus bekerja penjadi angkatan laut , di banding membela tim Hindia Belanda di Piala Dunia 1938. Sementara sang adik Frans Meeng tetap memilih untuk meperkuat tim Hindia Belanda.

Tapi nasip Edy Meeng, masih terbilang beruntung. Mengingat sampai saat ia masih bisa mengenang prestasi sepakbolanya di usia yang menginjak 99 tahun. Sementara sang adik Frans Meeng terbunuh, saat di tangakap tentara Jepang di tahun 1944. Nama Frans Meeng termasuk di dalam 4.200 daftar " Romusha " yang tertawan.


Kamis, 22 November 2012

KENANGAN : Persib vs PSV Eindhoven Maret 1988

Tim legendaris asal Belanda, PSV Eindhoven pada Maret 1988 pernah berkunjung ke Indonesia dalam rangka tur Asia bersama Phillips. Dalam turnya ini, PSV Eindhoven dihadapkan dengan beberapa tim papan atas Indonesia. PERSIB, yang saat itu menjadi tim yang paling bergengsi di tanah air diberi kesempatan melayani PSV Eindhoven dalam friendly match di Stadion Siliwangi.
Yang menarik perhatian, saat itu PSV dihuni pemain-pemain kelas dunia. Sebut saja Ruud Gullit, Ronald Koeman, Wim Kieft, dan Eric Gerets yang pernah menjadi kapten timnas Belgia. Bahkan Ruud Gullit saat itu tengah dipinang tim asal Italia AC Milan dan tercatat sebagai pemecah rekor pemain termahal dunia.
PERSIB, yang pada 1986 menjuarai kompetisi perserikatan harus berjuang keras meladeni Eric Gerets dkk. Maklum para punggawa Maung Bandung kalah segalanya, secara teknis maupun postur badan. Seperti umumnya orang Asia, para pemain PERSIB kalah tinggi dibanding pemain PSV.
“Kami selalu ketinggalan langkah dari para pemain PERSIB. Bisa diibaratkan, satu langkah Ruud Gullit sebanding dengan tiga langkah pemain PERSIB. Tapi saya bangga bisa berhadapan dengan Gullit, setidaknya saya telah berusaha untuk menghadangnya sebelum memasuki daerah pertahanan PERSIB,” ujar Adeng Hudaya, libero sekaligus kapten Maung Bandung.
Bisa ditebak, Ruud Gullit Cs. pun menang mudah. Hasil akhir dari pertandingan ini 4-0 untuk PSV Eindhoven. Gol-gol yang dijaringkan PSV umumnya hasil shooting jarak jauh. Keempat gol PSV Eindhoven dijaringkan oleh Willy van de Kerkhof (1), Eric Gerets (1), dan Ruud Gullit (2). Tim PERSIB yang saat itu ditukangi oleh Nandar Iskandar dan Indra Tohir menggunakan formasi 4-3-3.
“Para pemain Eindhoven memiliki tendangan yang keras dan akurat. Man to man marking yang dijalankan pemain PERSIB tidak bisa berjalan optimal, ini dikarenakan postur tubuh yang beda jauh. Bahkan di-body charge pun malahan kita yang tersungkur,” kenang Adeng.
Sukowiyono,gelandang yang saat itu tampil sebagai starter PERSIB mengatakan formasi yang diterapkan pelatih sebenarnya efektif untuk mengimbangi pergerakan Ruud Gullit c.s. namun harus diakui pemain PERSIB kalah fisik.
Walaupun kalah kelas, pemain PERSIB tidak gentar. Adeng Hudaya dkk. sangat bersemangat memberikan perlawanan kepada lawannya. Buktinya, setelah membobol gawang PERSIB empat kali di babak pertama, usai turun minum PSV tak bisa menambah gol.
“Terlepas dari hasil akhir, bagi saya pertandingan ini jadi pengalaman berharga bagi kami, kapan lagi bisa berhadapan dengan pemain kelas dunia seperti Ruud Gullit Cs.,”ungkap Suko.
Minta Diganti Gara-Gara Gullit
Duel Persib kontra PSV Eindhoven memang bak pertarungan antara David dengan Goliath, pasalnya sebagai tim amatir, Persib harus berhadapan lawan klub elit Liga Belanda yang juga disegani di pentas sepakbola Eropa. Tak heran hanyak kejadian lucu yang terjadi di lapangan hijau.
Pemain belakang PERSIB kocar-kacir menghadapi tekanan beruntun dari lawannya.Tendangan maupun sundulan kelas dunia yang amat bertenaga mengagetkan kiper PERSIB yang dijaga Wawan Hermawan. Baru separuh babak gawang PERSIB sudah kemasukan empat gol.
“Wawan Hermawan sempat menahan bola yang ditendang keras Ruud Gullit. Lucunya, saat Wawan mencoba menahan laju bola malahan badan Wawan yang terbawa masuk ke gawang PERSIB,” kata Adeng sambil tertawa. Senada dengan Adeng, Dede Rosadi yang saat itu turut andil membela Maung Bandung berkisah, para pemain Eindhoven tidak hanya memiliki tendangan yang keras, heading-nya pun membuat kiper Wawan tercengang. “Saking kerasnya heading Ruud Gullit, membuat Wawan ciut. Ia bilang sundulannya saja keras apalagi tendangannya. Di babak kedua Wawan meminta kepada pelatih untuk diganti oleh kiper cadangan yang saat itu dipercayakan kepada Erik Ibrahim,” ujar Dede mengenang..