Pages

Tampilkan postingan dengan label Seks. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seks. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 November 2011

10 Gejala Ini Muncul Diawal Kehamilan

Shear Blog - Bagi Anda yang saat ini sedang menanti kehadiran si kecil, tentu rasa penasaran akan berhasil tidaknya pembuahan hanya bisa dijawab dengan dua garis atau tanda positif di alat cek kehamilan. Terkadang meskipun muncul tanda positif, masih ada rasa ragu soal keakuratan alat cek kehamilan yang digunakan. Sebenarnya ada beberapa gejala yang biasanya muncul saat awal kehamilan, seperti apa gejalanya bisa Anda simak di bawah ini :

Napas pendek : Bila kegiatan berjalan kaki yang rutin Anda lakukan dari tempat parkir ke kantor kini malah membuat Anda terengah-engah, bisa jadi ini tanda Anda sedang hamil. Janin yang sedang tumbuh memerlukan oksigen sehingga jatah oksigen Anda berkurang. Hal ini akan terus berlanjut sepanjang kehamilan.

Payudara bengkak : Payudara yang semakin bengkak dan terasa lebih lembut, warna aerola yang semakin gelap, serta guratan pembuluh darah yang timbul merupakan tanda awal kehamilan. 

Kelelahan : Jika Anda mendadak merasa mudah lelah, mungkin itu merupakan respon pada peningkatan hormon di dalam tubuh. Pada kebanyakan wanita, rasa kelelahan ini biasanya dialami di tri semester pertama kehamilan.

Mual : Kebanyakan wanita mengalami gejala mual-mual pada usia kehamilan 6 minggu, tetapi ada juga yang mengalaminya lebih awal. 

Sering buang air kecil : Tidur nyenyak Anda belakangan ini sering terganggu karena harus sering bangun untuk buang air kecil ? Bisa jadi ini tanda kehamilan karena saat berbadan dua tubuh menghasilkan ekstra cairan sehingga kandung kemih bekerja lebih keras dan Anda merasa terus ingin buang air kecil.

Sakit kepala : Tak sedikit wanita yang mengeluhkan sakit kepala di awal kehamilan. Ini merupakan akibat dari perubahan hormon. Karena itu berhati-hatilah dalam memilih obat pereda nyeri yang dikonsumsi.

Kram perut : Apakah kram perut yang diderita akibat PMS atau kehamilan? Agak sulit dipastikan, tetapi gejala kram perut juga bisa jadi pertanda rahim melebar untuk menyiapkan tempat bagi pertumbuhan bayi.

Sembelit dan kembung : Peningkatan hormon progesteron selama kehamilan bisa menyebabkan sistem pencernaan melambat yang berakibat pada kesulitan buang air besar dan perut terasa kembung.

Perubahan mood : Merasa lebih moody beberapa hari ini? Perubahan emosi yang terjadi bisa jadi disebabkan perubahan hormon karena tubuh sedang beradaptasi dengan hormon yang baru.

Indra penciuman lebih sensitif : Banyak wanita yang merasakan indra penciumannya lebih sensitif pada bau di masa awal kehamilan.

Jika Anda masih ragu, segeralah berkonsultasi dengan dokter kandungan, positif tidaknya anda hamil akan diberitahukan oleh dokter.

Sumber : Kompas.com

Selasa, 01 November 2011

6 Alasan Kaum Pria Malas Pake Kondom

Shear Blog - Selama ini kaum pria merasa enggan memakai karet pelindung (kondom) saat melakukan hubungan seks. Alasannya pun bermacam-macam, diantaranya adalah sebagai berikut :

Kontrasepsi "hanya untuk perempuan (isteri)" : Selama ini, penggunaan kontrasepsi kerap dibebankan kepada kaum perempuan. Padahal, pria juga mempunyai peran penting dalam mencegah kehamilan dan penularan infeksi penyakit menular seksual. Apalagi jika melihat kenyataan di lapangan bahwa pria sebagai individu yang paling berisiko menularkan penyakit infeksi menular seksual karena perilaku seksual yang cenderung berisiko.

Tidak nyaman (kurang nikmat) : Kebanyakan pria malas menggunakan kondom karena merasa kenikmatan dan sensasi saat berhubungan seksual berkurang. Padahal, desain kondom yang saat ini diproduksi sudah sangat tipis, elastis dan tahan lama sehingga tidak menghilangkan sensitivitas secara keseluruhan.

Stigma kondom sebagai alat seks bebas : Tidak benar jika ada anggapan yang mengatakan penggunaan kondom sebagai pendorong seks bebas. Masih adanya anggapan keliru di masyarakat yang berangangapan bahwa penggunaan kondom mendukung seks bebas membuat sosialisasi dan penerapannya tidak berjalan lancar.

Kondom gagal cegah kehamilan : Kegagalan kondom dalam pencegahan kehamilan timbul lebih karena pemahaman yang kurang di masyarakat. Kegagalan kondom lebih sering disebabkan pemakaianya yang tidak benar, bukan karena mutu kondom itu sendiri. Beberapa penelitian di Amerika Serikat menunjukkan, sekitar 30-60 persen pria mengaku selalu menggunakan kondom, tetapi di antara mereka yang menggunakan kondom belum tentu memakainya secara benar. Jangan menggunakan kuku saat menyobek bungkus kondom, jangan menaruhnya di dalam dompet, cek tanggal kadaluarsa kondom agar keefektifan kondom tidak berkunrang

Mudah lepas, pecah atau sobek : Kondom telah diuji dengan ketat di laboratorium. Kondom tergolong produk kesehatan dan pengujiannya berada di bawah Departemen Kesehatan. Pada waktu diproduksi di pabrik pun kondom akan melalui serangkaian pengujian ulang sebelum dikemas. Beberapa studi di AS menunjukkan bahwa angka kondom pecah kurang dari 2 persen. Tiap helai kondom yang diproduksi sudah melalui uji elektronis untuk memenuhi Standar Mutu Internasional (ISO 4047), karena itu tidak mudah pecah/robek.

Virus HIV dapat menembus kondom : Ada anggapan bahwa kondom mengandung lubang-lubang yang bisa dilalui HIV. Hal ini memang benar kalau kondom terbuat dari bahan alami seperti usus domba. Tetapi kondom jenis itu sudah jarang diproduksi. Kondom lateks, yang lazim ditemukan di pasaran, cukup kuat dan sudah diuji untuk menahan mikro-organisme termasuk sperma dan HIV.

Sumber : Kompas.com