Pages

Tampilkan postingan dengan label SRIWIJAYA FC. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SRIWIJAYA FC. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Maret 2013

Merasa Dicoret, Tantan Malu Balik ke Timnas

Tantan, salah satu pemain Sriwijaya FC yang sempat dikabarkan dicoret oleh pelatih Luis Manuel Blanco, menyatakan enggan kembali mengikuti Training Camp (TC). Pemain yang berposisi sebagai striker itu mengaku malu kembali ke Timnas karena sudah diumumkan telah dicoret.

"Saya juga dicoret kan, jadi saya malu kalau kembali latihan," kata Tantan saat dihubungi via telepon, Sabtu (16/3).

Selain itu, Tantan juga mengaku tidak mendapat izin mengikuti Pelatnas sebelum ada kejelasan soal Timnas. "Jadi saya menunggu sampai semuanya jelas baru saya putuskan kembali," ungkapnya.

Tantan menambahkan, dirinya memilih menunggu informasi dari Badan Tim Nasional (BTN). Karenanya, Tantan untuk sementara berlibur di Bandung bersama keluarganya.

"Saat ini berada di Bandung kumpul sama keluarga. Klub Sriwijaya juga sedang liburan. Mungkin akan mengurus paspor pada Senin atau Selesa depan sebab Sabtu atau Minggu ini libur," ujarnya. (an)

Kamis, 14 Maret 2013

Suporter Sriwijaya Lempari Bus Rombongan Anak Yatim

Manajemen Sriwijaya Football Club menyebut pelaku pelemparan bus yang ditumpangi anak yatim seusai pertandingan melawan Pelita di Palembang, Rabu (13/3), diduga oknum salah satu kelompok suporter SFc .
''Pihak kepolisian saat ini sedang menyelidiki setelah menangkap beberapa orang yang dicurigai sesaat setelah kejadian. Tapi, yang jelas pelaku merupakan anggota salah satu kelompok suporter karena salah satu korban mengenalinya,'' kata Direktur Keuangan PT Sriwijaya Optimis Mandiri (manajemen Sriwijaya FC), Augie Bunjamin, di Palembang, Kamis.
Ia yang dijumpai pada acara Kejuaraan Futsal antarwartawan Piala Gubernur Sumsel itu mengatakan kejadian yang mencederai 10 anak yatim piatu dari Panti Asuhan Amar Makruf kawasan Sekip demikian menyayat hati.
Ini mengingat aksi oknum bersembunyi di balik identitas suporter telah bertindak tidak berperikemanusiaan.
"Anak-anak yatim piatu yang berusia 3-6 tahun itu untuk pertama kali diundang manajemen menonton langsung ke stadion,'' kata Augie. ''Tapi, nyatanya berujung penderitaan.''
Ia menyebutkan lima orang terpaksa mendapatkan perawatan medis berupa jahitan karena luka robek akibat terkena pecahan kaca. Sisanya mengalami luka ringan.
Bus rombongan anak yatim itu dilempari batu ketika melintasi segerombolan orang di areal sekitar pagar stadion. Meski bus telah memasang stiker anak yatim yang ditempel pada bagian belakang mobil, tapi tetap tidak menghentikan aksi brutal itu.
Sebanyak 27 anak yatim yang berada di dalam bus berupaya melindungi diri dengan merunduk. Tapi, beberapa diantaranya masih terkena dan berujung luka parah dan ringan.
"Manajemen Sriwijaya FC telah mendesak Polresta Palembang untuk mengusut tuntas aksi anarkis ini karena berkategori kriminal murni. Jika tidak ditindak tegas, maka tidak akan membuat jera," ujarnya.(sg)

Rabu, 13 Maret 2013

Sriwijaya vs Persita = 2-0

Sriwijaya FC akhirnya kembali meraih poin penuh setelah berhasil mengalahkan Persita Tangerang, dengan skor 2-0 dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang, Rabu (13/3/2013).

Kedua gol ini berhasil diciptakan oleh Hilton Moreira pada menit ke-17 dan satu gol lainnya dilesakkan oleh Boakay Eddie Foday pada menit ke-85.

Bermain di depan pendukungnya sendiri, Laskar Wong Kito (julukan SFC) langsung memberikan tekanan sejak peluit wasit dibunyikan. Terus menyerang, barulah aksi satu dua Tantan dan Hilton di dalam area pinalti, membuat kiper Persita, Mukti Ali Raja tak berkutik setelah Hilton melepaskan tendangan keras.

Terus mencari gol tambahan, anak-anak asuh dari Kas Hartadi ini terus mengurung pertahanan Pangeran Cisadane. Tantan yang seperti biasanya tampil ngotot terus merepotkan pemain lawan, sebelum dia melepaskan umpan matang kepada Foday di depan kotak penalti. Hanya saja tendangan pemain asal Liberia itu masih bisa ditepis dan diamankan, kendati sempat terlepas.

Berselang beberapa menit kemudian serangan melalui sayap kanan yang dimotori oleh Fakhrudin hampir saja berbuah gol, andaikata tandukan Tantan tidak menggenai tiang gawang. Hingga akhir pertandingan babak pertama skor tetap 1-0 untuk keunggulan tuan rumah, meskipun gawang Persita terus dibombardir.

Memasuki babak kedua, SFC tetap tidak mengendorkan serangannya, dan mencari gol-gol cepat.  Usaha Fakhrudin untuk menggandakan kedudukan belum berhasil, setelah menerima umpan dari Tantan pada menit ke-52.

Sementara Persita Tanggerang yang mengandalkan serangan balik, nyaris mencetak gol penyeimbang andai tendangan Rishadi Fauzi gagal ditepis kiper muda SFC, Rivky D Mokompit. Ketidakberuntungan Persita ini berlanjut ketika bola rebound yang dieksekusi Sirvi Arfani hanya membentur tiang gawang dan itupun wasit harus menganulirnya karena sudah terjebak offside.

Tak ingin pulang dengan hampa, Persita mencoba menambah daya gempur dengan menarik Ade Jantra keluar dan memasukkan spiderman Cristian Carrasco dan pada menit-73. Sementara SFC dua menit kemudian coba menambah tenaga baru dengan memainkan Sultan Samma dan menarik Fakhrudin, dan Tantan dengan  memasukkan Imanuel Padwa.

Hasilnya, tidak percuma Ponaryo yang diistruksikan bermain lebih ke depan akhirnya sukses mengirimkan umpan crossing dari sayap kanan, dan langsung disambar Foday dengan tendangan terarah pada menit ke-85. Skor pun berubahh 2-0 dan tetap bertahan hingga akhir pertandingan.(dg)

Sabtu, 09 Maret 2013

Sriwijaya vs Persib = 2-1 , Boakay bringing gravity back !

Sriwijaya FC berhasil meraih kemenangan 2-1 atas Persib Bandung dalam laga lanjutan Indonesia Super League (ISL) di Stadion Gelora Sriwijaya, Jaka Baring, Palembang, Sabtu, 9 Maret 2013.Sekaligus membuat persib kembali menapak di tanah setelah dipertandingan sebelumnya mereka seolah lupa daratan usai menangi laga el classico dari Persija.

Pada laga ini, Persib sebenarnya mampu unggul lebih dulu. Di menit ke-7, Sergio Van Dijk membobol gawang Sriwijaya dengan sebuah tandukan keras menyambar umpan dari Atep.

Namun kubu tuan rumah langsung merespon tiga menit berselang. Mereka menyamakan kedudukan lewat Tantan. Dia meneruskan bola muntah hasil tendangan bebas Hilton Moriera di muka gawang Maung Bandung.

Usai gol dari Tantan, Laskar Wong Kito tampil lebih percaya diri. Mereka  mampu mendominasi permainan.

Dan di menit 25, Sriwijaya balik unggul. Berawal dari umpan sundulan Hilton, Boakay Foday yang lepas dari jebakan offside melepaskan tendangan datar ke tiang jauh dan tidak bisa dijangkau kiper Sahar Ginanjar.

Babak kedua pertandingan berjalan lebih sengit. Persib yang berusaha mengejar ketertinggalan tampil ngotot. Sedangkan Sriwijaya meladeninya dengan bermain all out.Sejumlah peluang diraih kedua tim di paruh waktu kedua ini. Tapi sayang, tidak satu pun yang membuahkan hasil. Sriwijaya akhirnya menutup duel dengan kemenangan 2-1.

Tambahan tiga poin membawa tim juara bertahan satu tingkat ke posisi lima klasemen, mereka kini mengumpulkan 17 poin. Sementara, Persib masih belum beranjak posisi ke-10 dengan koleksi 12 poin.

Susunan pemain
Sriwijaya FC: Rivky Mokodompit, Mahyadi Panggabean, Abdulrahman, Dodok Anang, Fandy Mochtar, Tantan, Ahmad Jufrianto, Ponaryo Astaman, Ramadani Lestaluhu, Boakay Foday, Hilton Moriera.

Persib Bandung: Sahar Ginanjar, Tony Sucipto, Maman Abdurrahman, Abanda Herman, Supardi, Atep, Firman Utina, Hariono, Muhamad Ridwan, Sergio Van Dijk, Kenji Adachihara. (ad)

Jumat, 08 Maret 2013

Pelatih Luis Manuel Blanco akan saksikan Laga Sriwijaya vs Persib

Pelatih tim nasional Indonesia, Luis Manuel Blanco berencana akan menyaksikan secara langsung pertandingan Sriwijaya FC Palembang kontra Persib Bandung pada laga lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2013 di Stadion Gelora Sriwijaya Palembang, Sabtu (9/3/2013).
Ia akan memantau performa para pemain Sriwijaya FC dan 6 pemain Persib yang dipanggil Badan Tim Nasional (BTN) untuk pertandingan babak kualifikasi Piala Asia 2013 melawan Arab Saudi, 23 Maret 2013 mendatang.

"Kita akan memantau pertandingan antara Sriwijaya FC dengan Persib pada tanggal 9 (Maret) dan dilanjutkan dengan pertandingan Persisam melawan Persipura di tanggal 10 (Maret)," ujar Sekretaris BTN, Demis Djamoeddin .

Seperti diberitakan sebelumnya, dari 58 pemain yang dipanggil BTN, terdapat 6 nama pemain Persib yaitu I Made Wirawan, Supardi, Tony Sucipto, Muhammad Ridwan, Firman Utina dan Serginho van Dijk. (fs)

Selasa, 05 Maret 2013

Sriwijaya Rekrut Lee Dong Won

Lee Dong Won menjadi pemain terbaru Sriwijaya FC pada kompetisi Indonesia Super League 2013. Pemain asal Korea Selatan itu menggantikan posisi Min Kyiung Bin yang cedera parah.
"Kehadiran Lee diharapkan tak hanya mengatasi masalah kekosongan pemain tapi juga membenahi kualitas lini belakang," kata Manajer Sriwijaya FC Robert Heri dalam konferensi pers .
Dijelaskan Robert Heri, manajemen Laskar Wong Kito langsung bergerak cepat mencari pengganti Min setelah tim dokter menyatakan pemain itu terkena cedera yang terbilang parah setelah berlaga melawan Pelita Bandung Raya, 17 Februari lalu.
"Manajemen mengusahakan Lee turun pada laga melawan Persib (09/4) di Palembang nanti. Saat ini sedang diurus kebutuhan administrasinya, tapi sore ini dia sudah bergabung dengan tim untuk berlatih," ujarnya.
Sementara itu, Lee sendiri mengaku sangat antusias bergabung dengan Sriwijaya FC, meski mengaku belum banyak mengetahui tentang tim kebanggaan warga Sumatra Selatan ini.
"Saya tidak begitu mengenal Sriwijaya FC dan sebatas mendapat informasi dari agen, namun dua hari lalu mencoba mencari informasi sendiri melalui internet dan sedikit berbangga karena tim ini pernah berlaga pada AFC Cup," ujar pemain berusia 29 tahun ini. (azi)

Jumat, 01 Maret 2013

Gresik United vs Sriwijaya = 3-4 , Tantan Hattrick

Tujuh gol tercipta pada laga antara Gresik United melawan Sriwijaya FC di Stadion Petrokimia, Gresik, Jumat (1/3). Namun, empat gol di antaranya bersarang ke gawang tuan rumah, sehingga pesta kemenangan 4-3 menjadi milik Sriwijaya FC.
Striker Sriwijaya FC, Tantan, tampil gemilang dengan mencetak hattrick pada laga ini. Hattrick Tantan juga menambah suram prestasi Laskar Joko Samudra, karena ini merupakan hattrick kekalahan di kandang sendiri.
Gresik United sebenarnya membuka asa untuk bisa memetik kemenangan, setelah Rizky Novriansyah membobol gawang Rivky Mokodimpit pada menit ke-8. Rizky yang juga pernah membela Sriwijaya FC, mencetak gol lewat sundulan memanfaatkan umpan crossing Gustavo Chena.
Pada menit ke-31, Tantan berhasil menyamakan kedudukan, setelah sundulannya memanfaatkan assist Boakay Eddy Foday, tak mampu dihalau penjaga gawang, Herry Prasetyo. Skor 1-1 bertahan hingga babak pertama usai.
Di babak kedua, Laskar Wong Kito membuat tuan rumah kocar-kacir dengan permainan taktis mereka. Bola-bola cepat ke kotak penalti membuat Sasa Zecevic dan kawan-kawan tak mampu mengembangkan permainan.
Tantan mencetak gol keduanya pada menit 54. Kali ini, ia memanfaatkan bola rebound hasil tembakan Boakay Eddie Foday. Dengan mudah Tantan menyundul bola masuk ke gawang Hery Prasetyo. Adapun gol ketiga Tantan lahir pada menit 67, setelah lepas dari jebakan off side, ia melewati Hery, hingga akhirnya mencetak gol ke gawang yang kosong.
Harapan tuan rumah sempat terbuka kembali ketika David Faristian berhasil memperkecil menjadi 2-3 pada menit 77. Namun, kebahagiaan pendukung tuan rumah hanya bertahan sejenak, karena semenit kemudian, Hilton Moreira memperlebar jarak gol, lewat eksekusi penaltinya.
Gol penalti Matsunaga Shohei pada menit 90 tidak cukup untuk mengejar ketertinggalan, sehingga skor 4-3 untuk kemenangan Sriwijaya bertahan hingga laga berakhir.
Kemenangan ini mengobati luka sang juara bertahan, setelah sebelumnya dikalahkan Arema Indonesia. Terkait kunci kemenangan, pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi, mengaku sudah mengetahui kekuatan Gresik United.
“Sebelum pertandingan ini, kami memang sudah mengetahui kekuatan Gresik. Kita targetkan menang karena sudah kehilangan poin di Malang. Tantan cukup fit dan sangat bagus permainannya. Kami bersyukur bisa menang, padahal banyak pemain yang cedera,” kata Kas Hartadi.
Sementara kubu tuan rumah, mengakui bahwa lawannya memang lebih baik. evaluasi menyeluruh akan dilakukan usai laga ini.
“Organisasi permainan Sriwijaya memang bagus, dan mereka juga bermain cantik. Berbeda dengan tim kami, yang kurang disiplin menjaga lawan. Kami bermain menerapkan man to man marking, tapi pemain kami kurang disiplin. Lini depan dan belakang, banyak yang harus diperbaiki. Kami pihak asisiten dan jajaran pemain akan mengevaluasi semua,” ungkap Khusairi, asisten pelatih Gresik United.
Dengan hasil ini Sriwijaya naik ke peringkat 6 dengan 14 poin. Adapun Gresik berada satu tingkat di bawahnya dengan 13 angka.(oy)

Senin, 25 Februari 2013

Sriwijaya Bidik Roman Chmelo

Manajemen Sriwijaya FC belum memutuskan siapa pengganti Min Kyung Bin. Memang manajemen dan pelatih Kas Hartadi cukup tertarik dengan permainan Roman Chmelo. Tapi Chmelo adalah playmaker, sedangkan Laskar Wong Kito membutuhkan suplai tenaga untuk gelandang bertahan.

Pihak SFC sendiri tetap melakukan pendekatan dengan PT Liga Indonesia agar diberi kemudahan untuk menggantikan pemain  yang sudah dibuang Arema palsu tersebut. Menurut asisten manajer SFC, Muchendi Machzareki, sebenarnya bukan keinginan manajemen, untuk memutuskan kontrak dengan kedua pemain asing tersebut.

Manajemen menilai untuk Min Kyung Bin memang belum memberikan kontribusi lantaran masih cedera. Kemudian Erick Weeks Lewis, meski sudah didaftarkan ke PT LIGa Indonesia, namun hingga pertandingan ke tujuh yang lalu, sang pemain tidak pernah ada di Palembang.

''Kami sudah membicarakan ini ke PT Liga Indonesia dan mereka juga memberikan kemudahan. Kami meminta rekomendasi dari PT Liga karena kami merasa dirugikan atas dua pemain tersebut,” ucapnya.

Hanya saja, sambung Muchendi, hingga saat ini pihaknya belum menemukan pemain yang pantas, untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan Min Kyung Bin. Karena manajemen juga, memiliki kriteria sendiri.

''Kami tak mau terburu-buru lagi dalam mencari pemain. Memang saat ini kami juga sangat membutuhkan pemain belakang. Kurang solidnya pertahanan, membuat manajemen harus berpikir untuk mendatangkan pemain yang lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya.(rq)

Minggu, 24 Februari 2013

Kas hartadi : Gol Arema Kecepetan , SFC jadi Down

Gol cepat Cristian Gonzales menit 1 membuat mental bertanding para pemain Sriwijaya FC Palembang jatuh. Hal itu ditegaskan Pelatih Kepala tim berjuluk Laskar Wong Kita, Kas Hartadi, Minggu (24/2/2013) malam usai dilibas Arema Indonesia 4-1 dalam laga lanjutan Indonesia Super League (ISL), di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.

"Gol cepat Arema membuat mental bertanding anak-anak langsung down," tegasnya.

Ia mengatakan, selain pengaruh gol cepat, dirinya memastikan buruknya pertahanan yang dikawal 4 pemain belakang, menjadi pemicu banyaknya gol. "Empat pemain bertahan kami bermain sangat buruk. Kita tertinggal gol dan terlambat membalas," ucapnya.

Kas Hartadi melanjutkan, tuan rumah bermain sangat bagus malam ini. Gaya permainan disiplin ketat yang biasanya diperagakan anak asuhnya, tidak terlihat sama sekali. "Dibeberapa pertandingan, anak-anak biasa bermain disiplin. Tapi malam ini, lengah," ucapnya.

Ia menambahkan, dengan kekalahan telak malam ini, pihaknya akan melakukan evaluasi. Terutama, kinerja 4 pemain belakang yang sangat mudah diterobos lawan. [yut]

RD : Serangan Arema lebih keren dari Sriwijaya

Pelatih Arema Cronous, Rahmad Darmawan (RD) bangga dengan kemenangan tim besutannya 4-1 (3-1) dari Sriwijaya FC di Stadion Kanjuruhan, Minggu (24/2/2013).

 Dia menilai penampilan Egi Melgiansyah dkk lebih keren dibandingkan Sriwijaya FC. Dia membantah ucapan pelatih Kas Hartadi yang menilai kemampuan tim Laskar Wong Kito jelek. Menurutnya, penampilan tim Sriwijaya FC tidak terlalu jelek. “Tapi serangan anak-anak sangat bagus,” kata RD usai pertandingan.

Dalam pengamatannya selama pertandingan, RD memandang kualitas anak asuhnya tidak merosot. Pemain selalu bergerak mengikuti perjalanan bola. Menurutnya, hal inilah yang mengantarkan kemenangan bagi tim Singo Edan. “Saya apresiasi pada pemain yang sudah bekerja keras,” tambahnya. Dalam laga ini, tiga pemain Arema Cronous mengantongi kartu kuning. Ketiga pemain itu adalah Kayamba Gumbs, Egi Melgiansyah, dan Munhar. “Dalam ruang jumpa pers, saya selalu tidak mau mengomentari keputusan wasit,” terang RD - See more at: http://surabaya.tribunnews.com/2013/02/24/rd-serangan-arema-lebih-bagus#sthash.dKMKYARQ.dpuf

Arema vs Sriwijaya = 4-1 , Wong Gilo tak berdaya di kanjuruhan

Arema Indonesia meraih kemenangan telak dengan skor 4-1 saat menjamu wong gilo , Sriwijaya FC, Minggu 25 Februari 2013. Christian 'El-Loco' Gonzales dan Alberto Goncalves menjadi bintang lapangan di Stadion Kanjuruhan, Malang.
Arema langsung menunjukkan dominasinya di babak pertama. Gol cepat Gonzales satu menit selepas kic-off membuka jalan Arema untuk menambah tabungan gol. Dua gol tambahan Beto Goncalves dicetak pada menit 11 dan 36. Sedangkan, Sriwijaya hanya mampu menyarangkan satu gol lewat Hilton Moriera di menit 23.

Arema Indonesia tetap bermain terbuka kendati telah mengantongi keunggulan 3-1 di babak pertama. Tim asuhan Rahmad Darmawan itu terus menunjukkan penetrasi ke jantung pertahanan Sriwijaya FC. Berada di bawah tekanan, tim tamu coba bermain lepas.

Namun solidnya pertahanan Arema membuat serangan Sriwijaya selalu patah di kaki Victor Igbonefo dan kawan-kawan. Tim asal Sumatra Selatan tidak menyerah. Anak asuh Kas Hartadi itu berupaya mengurung Arema. Alih-alih memperkecil kedudukan, Arema justru menggenapkan keunggulan menjadi 4-1.

Penyerang naturalisasi Indonesia, Christian Gonzales menjebol gawang Sriwijaya di menit 67. Dia menanduk bola umpan Hasyim Kipuw dari skema tendangan bebas. Skor itu bertahan hingga turun minum. Tambahan tiga angka ini membuat Arema mulai mengancam Mitra Kukar yang berstatus sebagai pemuncak klasemen.

Arema kini duduk di peringkat dua dengan 18 poin. Singo Edan terpaut satu angka dengan Mitra Kukar (19 poin). Kemenangan ini membuat Arema berhasil menggeser Persipura di peringkat tiga klasemen. Sedangkan, kekalahan atas Arema membuat Sriwijaya berada di urutan 7 mengemas 11 poin.
Susunan Pemain
Arema Indonesia: Kurnia Meiga, Thierry Gathusi (Benny Wahyudi 85'), Munhar, Victor Igbonefo, Hasyim Kipuw, Keith Kayamba Gumbs, Hendro Siswanto, Egy Melgiansyah, Dendi Santoso, Alberto Goncalves, Christian Gonzales

Sriwijaya FC: Rivky Mokodompit, Mahyadi Panggabean, Diogo Santos, Abdulrahman (Fandy Mochtar), Taufik Kasrun, Ahmad Jufriyanto, Ponaryo Astaman, Hilton Moriera, Boakay Eddy Foday, M. Fakhrudin (Sutan Samma 52'), Tantan

Rabu, 20 Februari 2013

Pelatih dan manejer Berantem , Bank BNI gak Jadi Sponsori Sriwijaya

- Mencuatnya konflik yang melibatkan pelatih Kas Hartadi dan Manajer Robert Heri ternyata memberikan dampak besar bagi Sriwijaya FC. Bahkan tim Laskar Wong Kito langsung kehilangan dana Rp 900 juta, kemarin. “Hari ini (kemarin, Red) seharusnya SFC mendapatkan dana sponsor Rp 900 juta. Tetapi akhirnya dibatalkan,
karena mencuatnya permasalahan antara Kas Hartadi dan Robert Heri,” ujar Direktur Keuangan dan Marketing PT SOM Augie Bunyamin didampingi sekretaris perusahaan Faisal Mursyid dengan nada kesal.
Pria yang juga Direktur hotel Swarna Dwipa ini menjelaskan, Sriwijaya FC telah melakukan komunikasi dan melobi Bank BNI untuk menjadi sponsor. “Semuanya telah disepakati, dan rencananya hari ini (kemarin, Red) tanda tangan kontrak. Tetapi tiba-tiba datang tiga orang Direktur dari Bank BNI dan menyatakan penundaan kerjasama tersebut,” keluh Augie.
Dana tersebut, diungkapkannya sangat dibutuhkan Sriwijaya FC. “Rencananya uang tersebut akan digunakan untuk membiayai perjalanan tim dalam laga tandang lawan Arema dan Gresik United. Semuanya kini telah pupus,” bebernya.
Untuk itu, Manajemen Sriwijaya FC memanggil pelatih Kas Hartadi untuk mencari solusi terbaik atas persoalan internal yang mencuat ke publik. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi akhir dari suasana ‘panas’ antara Kas Hartadi dengan Robert Heri.
“Malam ini (kemarin, Red) saya akan panggil Kas Hartadi. Saya ingin mengetahui apa keinginan Kas, jadi bisa ada solusi terbaik,” ucap Augie.
Augie menegaskan, dirinya perlu memberikan klarifikasi kepada publik agar informasi yang berkembang tidak semakin liar. Augie yang turut hadir dalam rapat evaluasi, Senin (18/02) sore tersebut membeberkan bahwa Robert Heri hanya memberikan beberapa pertanyaan kepada pelatih demi kebaikan tim kedepan.
“Pak Robert bertanya soal cederanya tiga pemain inti, Tantan, Ramdani, dan Fakhrudin, sehingga bagaimana nanti ketika melawan Arema. Selain itu ada juga pertanyaan soal Diogo yang dicadangkan. Soalnya Manajemen dituntut untuk tetap menjaga Sriwijaya FC dalam koridor juara, jadi saya pikir pertanyaan-pertanyaan seperti itu wajar-wajar saja,” imbuh Augie.
Augie cukup kesal karena beredar informasi kalau kurang moncernya performa Tantan dan kawan-kawan karena masalah keuangan, khususnya bonus juara Inter Island Cup (IIC) 2012 lalu, serta keterlambatan gaji. Sebagai Direktur Keuangan, Augie merasa terusik dan kecewa. Bonus IIC memang telah cair dari PT Liga Indonesia sebesar Rp 120 juta, tapi telah digunakan untuk membiayai tim pada babak semi final dan final IIC tersebut, yang butuh dana sekitar Rp 220 juta.
“Memang benar itu, tapi bisakan jadi alasan masalah tersebut membuat performa tim jadi jelek. Soalnya PSPS, Persiwa Wamena, serta hampir seluruh tim lainnya justru punya beban utang 7 bulan gaji kepada para pemainnya, buktinya permainannya tetap stabil,” urai Augie.
Menurut Augie, Sriwijaya FC saat ini masih dalam kondisi krisis keuangan dan sangat membutuhkan sosok Robert Heri. Soalnya pria yang juga Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Sumsel ini sukses menggaet banyak sponsor.
“Kalau ada 10 orang seperti pak Robert Heri, Manajemen akan tenang. Saat ini saja pak Robert Heri telah berhasil menggaet 5 perusahaan besar untuk menjadi bapak asuh bagi para pemain,” katanya.
Ditegaskan pria berambut cepak ini, pihaknya akan menindak tegas jika ada pihak-pihak tertentu yang ingin menggembosi Sriwijaya FC. “Bisa saja ada yang memberikan bisikan menyesatkan kepada Kas Hartadi untuk merusak nama baik Sriwijaya FC. Kas untuk saat ini belum ada rencana untuk disanksi, tetapi tentu harus diperjelas semua duduk persoalannya,” pungkasnya.(ts)

Selasa, 19 Februari 2013

Suka Ganggu-Ganggu Kas Hartadi , Robert Heri Dituntut OUT dari Sriwijaya

Suasana panas mulai terjadi dalam tim Sriwijaya FC. Perpecahan antara Manajer tim Robert Heri dengan tim pelatih pimpinan Kas Hartadi menyeruak. Suporter akhirnya bersuara, menuntut Robert Heri mundur lantaran dinilai terlalu intervensi. Isu ini dihembuskan kalangan suporter berdasarkan rapat evaluasi yang digelar Manajemen dan tim pelatih di hotel Swarna Dwipa, Senin (18/02) sore. Informasinya dalam rapat evaluasi tersebut, Robert Heri mengkritisi kebijakan pelatih dalam membuat strategi dan menurunkan pemain.
Singa Mania menilai intervensi yang dilakukan Manajer Sriwijaya FC, Robert Heri, terhadap kebijakan penerapan strategi di lapangan pelatih Kas Hartadi adalah sebuah tindakan berlebihan yang tidak pantas dilakukan oleh seorang Manajer. Dikatakan Deddy Pranata, Ketua Dewan Pembina Singa Mania, kebijakan penentuan strategi dan formasi di lapangan merupakan hak mutlak dari pelatih dan tidak ada pihak mana pun yang berhak mencampuri urusan tersebut.
“Liga sepakbola di belahan dunia mana pun, pelatih yang punya hak untuk menentukan strategi, formasi dan pemain yang akan diturunkan bukan manajer. Begitu juga di Sriwijaya FC, Manajer jangan campuri urusan teknis di lapangan,” ujar Deddy.
Tugas seorang Manajer, dijelaskannya, bukan untuk ikut mengatur taktik dan strategi, melainkan merealisasikan kedatangan pemain hasil rekomendasi pelatih dan memberi fasilitas baik itu pembayaran gaji maupun bonus. “Manajer fokus saja pada tugasnya, pembayaran DP, gaji pemain dan official, bonus juara IIC yang masih belum jelas sampai permasalahan Erick Weeks. Urusan wajib saja belum beres sudah mau ikut campur urusan strategi pelatih. Padahal manajer terdahulu bahkan Presiden Klub pun tidak pernah intervensi,” ulas Deddy.
Senada disampaikan ketua Beladas SMS Eddy Ismail yang justru sangat emosi dengan informasi tersebut. “Lebih baik Robert Heri saja yang mundur dari jabatan Manajer. Kami menentang keras Manajer mengintervensi pelatih dalam menentukan strategi,” imbuh Eddy yang diamini ketua Beladas Simanis Qusoi.
Pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi ketika dibincangi di Mess Sriwijaya, kemarin, membenarkan adanya silang pendapat antara dirinya dengan Robert Heri. Diakuinya, hingga laga ketujuh ini, tim belum menemukan soliditas secara menyeluruh. Pasalnya, untuk membentuk yang benar-benar sempurna, membutuhkan waktu yang tidak sedikit. “Sejauh ini saya akui, memang tim ini belum begitu solid. Karena, untuk memadukan pemain-pemain dalam sebuah skema bermain memang membutuhkan waktu. Apalagi tim sekarang kualitasnya berbeda dengan musim lalu,” tuturnya.
Pelatih yang telah mendonasikan dua gelar untuk Sriwijaya FC selama tahun 2012 lalu ini mengungkapkan, sebenarnya untuk membuat pemain tampil all out, bukan dilihat bagaimana skill yang dimiliki satu persatu dari pemain. “Lihat juga bagaimana nyamannya suasana hati pemain tersebut. Kalau psikologisnya lagi tak tenang, saya mau berkata apa,” ujarnya.
Ketika disinggung soal mulai adanya intervensi dari manajer terhadap pola-pola yang dipakai Kas Hartadi pada pertandingan yang dilakoninya, pria asal Solo ini hanya menjawab bahwa dirinya selama ini tetap memakai skema yang sesuai dengan apa yang diinginkannya. “Untuk itu (intervensi) saya tak bisa jawab. Tapi kalau skema bermain, awalnya saya memakai 4-3-2-1 dan sejak menghadapi Persija saya memakai pola 4-1-4-1. Alasan perubahan tersebut, karena pola lama tidak sesuai dengan karakter pemain sekarang,” ucapnya.
Namun untuk persoalan pembayaran gaji dan bonus pemain dan pelatih, raut wajah Kas Hartadi langsung mengekspresikan kesal dan emosi. “Silahkan saja tanya ke seluruh pemain. Apakah mereka sudah mendapatkan uang muka, bonus Inter Island Cup dan gaji sudah dibayar semua,” bebernya.
Sementara Robert Heri ketika dikonfirmasi membantah telah melakukan intervensi terhadap kinerja pelatih. Lantas, terhadap performa Sriwijaya FC selama tujuh pertandingan yang belum menunjukkan permainan layaknya tim yang baru mentahbiskan sebagai juara Liga Indonesia edisi 2012 lalu. Dirinya menilai, bahwa manajemen tetap menjalankan evaluasi pada semua pemain dan pelatih pada tiap pertandingan, yang telah dilalui. “Kami tidak ada intervensi sama sekali,” elaknya.
Saat disinggung bagaimana upaya manajemen membayar semua kewajiban pemain dan pelatih secara tepat waktu, Robert menuturkan, bahwa pihaknya sudah membayar semua hak-hak pemain hingga Januari 2013. “Itu (kewajiban, Red) telah kami berikan semua pada pemain dan pelatih, tidak ada masalah,” pungkasnya.
Meski mulai muncul suasana kurang nyaman dalam tim, tidak ada perubahan mengenai rutinitas tim. Kemarin sore, Ferry dan kawan-kawan tetap mengikuti sesi latihan di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring. (da)

Senin, 18 Februari 2013

TERUNGKAP ! Dirtek PBR temui Hiltion di Sebuah Lorong , Kepergok Sama Presiden Sriwijaya

Performa striker andalan Sriwijaya FC Hilton Moreira memang belum dalam kondisi terbaik. Namun sepertinya, tim Pelita Bandung Raya (PBR) menaruh minat terhadap pemain asal Brazil ini. Usai pertandingan SFC kontra PBR yang berakhir 2-0 di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Minggu (17/02) sore, Direktur Teknik PBR Daniel Darko Janackovic secara khusus menemui Hilton di lorong ruang ganti. Sebelumnya Darko duduk di tribun kehormatan stadion dan mengamati penampilan Hilton.
Dari Pengamatan , keduanya terlibat pembicaraan singkat dan Darko sepertinya meminta nomor handphone Hilton. Pertemuan tersebut sempat dipergoki Presiden Sriwijaya FC H Dodi Reza Alex. Dalam kesempatan itu putra sulung Gubernur Sumsel ini sempat ‘menegur’ Hilton. “Kamu mantap-mantap di Sriwijaya FC Hilton,” ucap Dodi sambil merangkul Hilton.
Darko pada awal musim 2010-2011 sempat melatih Persib Bandung, namun berakhir cepat lantaran ketidakcocokan dengan pemain dan Manajemen. Artinya Hilton sempat merasakan dibawah komando Darko.
Sementara Hilton ketika dihubungi membenarkan telah terjadi pertemuan antaranya dirinya dengan Darko. Hanya saja pemilik nomor punggung 19 ini membantah adanya rayuan untuk berpindah klub.
“Saya seorang pemain profesional yang menghormati kontrak. Saat ini saya dikontrak Sriwijaya FC hingga Oktober, dan pastinya akan menyelesaikannya. Saya bukanlah pemain yang suka pindah klub dengan memutuskan kontrak,” jelas Hilton.
Menurut pemain yang sempat berkostum Deltras Sidoarjo ini, dirinya dan Darko tidak ada pembicaraan lanjutan. “Kita hanya berbincang sebentar dalam bahasa Portugis, jadi ada kedekatan. Selebihnya tidak ada, saya masih komitmen di Sriwijaya FC,” imbuhnya.
Menanggapi hal ini, pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi tidak mengetahuinya sama sekali. Hanya saja pria asli Solo ini menyatakan hubungan Hilton dengan dirinya, pemain lain, serta tim, sangatlah baik. “Mungkin saja PBR yang ingin mengambil Hilton, itu biasa. Tapi yang jelas saaat ini tidak ada masalah, Hilton masih jadi bagian Sriwijaya FC,” tukasnya. (sS)

Minggu, 17 Februari 2013

Erick Weeks Lewis Penipu , Sriwijaya Tuntut ganti Rugi Rp 1,2 Miliar

Manajemen Sriwijaya FC tampaknya sangat kesal dengan belum datangnya pemain asal Liberia Erick Weeks Lewis ke Palembang. Selain melakukan pemecatan, Manajemen meminta ganti rugi sekitar Rp 1,2 miliar.
“Kita merasa dirugikan dan tertipu. Kita akan tuntut Weeks tiga kali lipat dari yang telah diambilnya dari Sriwijaya FC,” tegas Direktur Teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainuddin.
Dilanjutkan anggota DPRD Banyuasin ini, keputusan pemecatan telah diambil. Hanya saja sang agen, Eko Soebekti meminta perpanjangan waktu hingga sebelum pertandingan lawan Arema, Minggu (24/02) mendatang.
“Pak Eko bilang meminta maaf dengan situasi yang terjadi dan meminta perpanjangan waktu. Jika Erick belum muncul sebelum pertandingan lawan Arema, dipersilahkan mengajukan tuntutan,” sambung Hendri.
Rincian kerugian Sriwijaya FC terhadap polemik Erick Weeks memang sangat besar. Selain secara materi, konsentrasi tim juga sangat terganggu dan berdampak pada beberapa pertandingan yang telah dijalani.
“Erick telah menerima DP 100 persen dari nilai kontrak yang disepakati. Kemudian telah menerima gaji satu bulan, uang tiket pesawat dua kali, serta uang lainnya. Total yang sudah diberikan sekitar Rp 400 juta,” beber Direktur Keuangan dan Marketing PT SOM Augie Bunyamin.
Hingga saat ini, Manajemen belum mengetahui pasti keberadaan Weeks. Bahkan Augie meragukan Weeks melakukan penerbangan ke Malaysia.
“Erick tidak bisa dihubungi dan tidak jelas sekarang ada dimana. Nanti akan kita cek maskapai Egypt Air, apakah ada penumpang bernama Erick Weeks terbang dari Mesir menuju Malaysia. Kalau nanti terbukti tidak ada, maka sudah jelas Erick membohongi Sriwijaya FC,” ucapnya.
Wajar saja sikap Sriwijaya FC sangat keras terhadap Erick. Soalnya mantan pemain Persiwa Wamena ini tidak pernah sekalipun memperkuat Sriwijaya FC pada ajang resmi di musim ini.
Pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi menyerahkan sepenuhnya keputusan terhadap Erick Weeks kepada Manajemen. Sebagai pelatih, dirinya saat ini ingin fokus memberikan porsi latihan kepada pemain yang ada.
“Saya dengar Manajemen telah memecat Erick. Bagi saya itu tidak masalah, lagipula selama ini kita telah terbiasa bermain tanpa Erick,” pungkasnya. (ad)

Kayamba Ingin Sriwijaya Kalah di Setiap pertandingan ISL

Kecintaan Kayamba Gumbs terhadap Sriwijaya FC rupanya sudah sirna. Padahal Kayamba pernah bergabung dengan Laskar Wong Kito itu selama lima tahun.
“Mereka menganggap tim musim ini lebih baik daripada tim musim lalu,” kata Kayamba, Minggu (17/2/2013).
Padahal musim lalu Kayamba turut mengantarkan Sriwijaya menjadi jawara LSI 2011/2013. Kayamba berharap Sriwijaya FC selalu mengalami kekalahan dalam laga di ISL, termasuk saat Sriwijaya FC menantang Arema LSI di Stadion Kanjuruhan, 24 Februari 2013 nanti.
“Saya tidak peduli siapa yang mencetak gol. Yang penting kami menang lawan mereka (Sriwijaya FC-red),” tambahnya.(sf)

Sriwijaya vs Pelita Bandung raya = 2-0 , Satu kartu Merah

Sriwijaya FC akhirnya mampu memenangkan laga melawan Pelita Bandung Raya dengan skor 2-0 dalam lanjutan Indonesia Super League di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Minggu (17/2/2013) sore.

Dua gol ini berhasil diciptakan oleh Ramdani Lestaluhu pada menit ke-4 dan Ponaryo Astaman pada menit ke-79 (P).

Dengan hasil ini maka SFC sementara waktu merangsek ke posisi 5 Klasemen Liga Super Indonesia, menggeser Persisam Samarinda dengan sama-sama mengemas 11 poin.

Sementara Pelita Bandung Raya tetap tak beranjak dari posisi semula yakni peringkat ke-13.

Gol pertama diciptakan Ramdani Lestaluhu saat pertandingan baru berjalan beberapa menit. Ramdani memanfaatkan bola lambung dan menyundulnya ke gawang PBR.

Sedangkan gol kedua diciptakan Ponaryo Astaman melalui penalti setelah pemain PBR handball di kotak penalti.

Dalam pertandingan itu, Imanuel Padwa diusir wasit setelah ia dinilai melakukan pelanggaran yang berbahaya terhadap pemain PBR.(fh)

Sabtu, 16 Februari 2013

Sriwijaya Pecat Erick Weeks Lewis

Habis sudah batas kesabaran Manajemen Sriwijaya FC menantikan pemain asal Liberia Erick Weeks Lewis. Mengingat hingga batas waktu yang ditentukan hari ini, Weeks belum ada tanda-tanda datang ke Palembang.
“Sekarang mas Eko sudah saya panggil, sesuai dengan komitmen saya beberapa waktu lalu, kedatangan Erick Weeks kita tunggu hingga satu minggu atau Sabtu ini (kemarin, Red). Kita sudah tidak menunggu Rrick lagi dan kontrak sudah putus. Ya karena besok (hari ini) kita mau bertanding dan dia hari ini (kemarin, Red)) tidak datang, ya sudah resmi selesai,” tegas Manajer Sriwijaya FC Robert Heri.
Dijelaskan Robert, Manajemen saat ini justru tidak mengetahui keberadaan Erick Weeks. “Antara manajemen dan pemain yang bersangkutan sudah lost contact (putus komunikasi, Red). Apakah dia sudah di Malaysia dan sudah pergi ke tempat lain, semua tidak tahu,” sambungnya.
Menurut pria yang juga Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Sumsel ini, Manajemen telah bekerja sangat keras untuk membantu Erick. “Kami tidak tahu apa alasan yang sebenarnya, karena dari pihak kami, apa yang diperlukannya sudah dilakukan dan dibantu. Yang jelas kami sudah tentukan hari ini (kemarin, Red) terakhir dia harus ada di Palembang. Ternyata dia tak muncul berarti selesai,” imbuh Robert menegarkan.
Erick Weeks memang telah menghilang dari Sriwijaya FC sejak awal November 2012. Informasinya, kala itu Weeks ditangkap oleh pihak Imigrasi Jakarta yang melakukan razia saat sedang berkumpul bersama rekan-rekannya warga Afrika di salah satu apartemen kawasan Tangerang. Lantaran tidak memiliki berkas Imigrasi yang lengkap, Weeks dideportasi ke negara asalnya Liberia.
Penyelesaian berkas Imigrasi Weeks mulai dari surat calling visa hingga Keterangan Izin Tinggal Sementara (KITAS) terus diupayakan Manajemen Sriwijaya FC. Sekitar tiga minggu yang lalu, Weeks sempat ke Singapura untuk membuat KITAS, tapi ternyata gagal. Harapan terakhir untuk membuat di Malaysia, sepertinya juga menuai kegagalan.
Asisten Manajer Sriwijaya FC Muchendi Mahzarekki menyatakan sepertinya sudah tidak ada harapan bagi Weeks untuk tetap dipertahankan. “Saya dapat informasi Weeks juga ditolak di Malaysia. Jadi mau bagaimana lagi, sudah tidak ada harapan,” jelasnya.
Manajemen, dikatakan putra sulung Bupati OKI Ishak Mekki ini tidak bisa berlarut-larut dengan persoalan Weeks. Performa angin-anginan Ponaryo dan kawan-kawan selama ini, dikatakan Muchendi juga dipengaruhi persoalan Weeks. “Kita belum ada rencana untuk mencari pemain lain. Tapi yang jelas secepatnya akan dibahas mengenai pemutusan kontrak dan lain-lainnya,” pungkasnya. (key)

Jumat, 15 Februari 2013

Sriwijaya Takut Pecat Eric Weeks

Manajemen Sriwijaya FC sepertinya setengah hati untuk melepas pemain kesayangannya, Erick Weeks Lewis yang masih terbelit masalah Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS). Kendati kedatangan pemain asal Liberia ini tak kunjung ada kejelasan, namun manajemen SFC masih juga memberikan kesempatan baginya.
Padahal sebelumnya manajemen SFC pernah berkoar akan mendepak Eric, jika tak kunjung menyelesaikan persolan Kartu Ijin Tinggal Sementara (KITAS)-nya hingga 7 Februari lalu.
Nyatanya deadline yang ditentukan telah terlewati, dan Eric tetap saja ditunggu kedatangannya meski sudah lewat satu pekan dari deadline awal, terhitung hari ini, Kamis (14/2/2013).
Menanggapi hal ini jajaran manajemen SFC punya alasan tersendiri.
"Kita tunggu Erick ini karena perkembangan sejauh ini cukup baik dan dipastikan segera bergabung dengan timnya kembali. Saat ini Eric sudah tiba di Malaysia pukul satu siang tadi (kemarin, red)," kata Manajer Tim SFC, Robert Heri (dg)

Rabu, 13 Februari 2013

Mertua Hilton Moreira Meninggal

Kabar duka berhembus dari pemain asal Brazil Hilton Moreira. Sang mertua, informasinya meninggal dunia di salah satu Rumah Sakit di Brazil, kemarin akibat sakit yang dideritanya selama ini.
“Saya memang ada masalah pribadi, sudah lama mertua sakit, hingga akhirnya meninggal dunia. Tetapi saya harus tetap profesional dan sepertinya lebih memilih menunaikan kewajiban sebagai pemain Sriwijaya FC,” ujar Hilton.
Hingga saat ini Hilton telah mengemas dua gol di Sriwijaya FC. Pemilik nomor punggung 19 ini mengaku masih belum puas dengan performanya. “Saya tidak terlalu memikirkan jumlah gol, terpenting Sriwijaya FC selalu menang dan bisa juara. Jika semua itu tercapai, barulah saya bisa puas,” tegasnya.
Manajemen Sriwijaya FC melalui Direktur Teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainuddin menyampaikan turut berdukacita kepada Hilton. “Semoga Hilton dan keluarga diberi ketabahan. Yang jelas Manajemen, tim pelatih, dan segenap pemain lainnya turut berlasungkawa,” tandasnya. (gs)