Pages

Tampilkan postingan dengan label PSIM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PSIM. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Januari 2013

Pindah grup, PSIM ngirit Rp150 Juta

Pemindahan grup PSIM Yogyakarta dari semula grup 2 ke grup 5, ternyata membawa berkah. Meski sempat diprotes manajemen, namun pemindahan ini justru membuat pengeluaran Laskar Mataram, julukan PSIM lebih ringan. PSIM ngirit Rp150 juta.

Direktur Bisnis PSIM Jarot Sri Kastawa mengatakan, secara financial PSIM diuntungkan dengan pemindahan grup ini. Sebab, kini Nova Zaenal dkk hanya akan melakoni 7 away dari semula 10. “Jadi secara matematis kita ngiris sampai Rp150 juta,” kata Jarot, Kamis (24/1/2013).

Menurutnya, kondisi ini cukup membantu Laskar Mataram menghadapi kompetisi kasta kedua. Apalagi, dirinya juga mendapat dua calon sponsor yang siap mendanai tim kebanggaan Brajamusti dan The Maident ini.

Sayang, Jarot enggan menyebutkan dua sponsor itu. Dia hanya mengatakan, kedua sponsor yang bergerak di bidang pendidikan siap menggelontorkan pundi-pundi uangnya untuk membiayai kompetisi tahun ini. Keduanya juga berkomitmen menanamkan modal untuk jangka panjang.

“Kami belum bias merilis kedua calon sponsor ini, karena bagaimana pun kita baru sepakat secara lisan saja. Jadi masih harus ada pembicaraan lebih jauh. Setelah semuanya clear akan kita sampaikan,” katanya.

Sementara itu, CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono mengatakan, pemindahan grup merupakan keputusan komite eksekutif hasil rapat pada Selasa (22/1/2013) yang harus dijalankan PT LI.  “PT LI tidak bermaksud melepar PSIM. Tapi kalau mau protes ya silahkan. Kita welcome,” katanya.

Dia menjelaskan, PT LI memegang spirit membangun keluarga besar. Namun, tidak berarti mengecilkan persoalan financial. PT LI, kata dia, akan bertanggung jawab atas kerugian yang ditimbulkan akibat perubahan itu.

Rabu, 17 Oktober 2012

Tolak Semen Padang ke ISL , PSIM Nyebrang ke LPIS

PSIM Yogyakarta menolak Semen Padang sebagai kontestan Indonesia Super League (ISL) di bawah PT Liga Indonesia (LI). Jika Semen Padang tetap menjadi bagian ISL, PSIM mengisyaratkan pindah kamar menjadi peserta kompetisi di bawah PT LPIS.

Direktur Teknik PSIM, Dwi Irianto mengatakan, diterimanya Semen Padang mau pun Persijap Jepara ke ISL bakal melukai  tim Divisi Utama LI, terutama yang sudah menembus babak delapan besar. Jika ada penambahan seharusnya diambil tim Divisi Utama dengan peringkat tertinggi diluar zona promosi.

Sehingga, tim yang lebih berhak mengisi tambahan peserta jika ISL menjadi 20, adalah PSIM sebagai juara empat Divisi Utama dan PSBK Blitar sebagai peringkat tiga terbaik delapan besar. "Jadi jelas bukan Semen Padang maupun Persijap," kata dia, Rabu (17/10/2012).

Dwi mengakui, jalan menuju ISL cukup banyak. Selain kabar merger Pelita-Arema, juga kabar bahwa satu peserta ISL mundur akibat kekurangan dana. “Tapi kalau ternyata tidak ada yang mundur dar merger gagal, masuknya kedua tim bakal menyakitikan," terang dia.

Dwi menambahkan, pihaknya masih menunggu keputusan Kongres PSSI Ancol 10 November mendatang. Kendati begitu, Dwi memastikan dirinya bakal meminta Ketua Umum PSIM untuk pindah kamar jika SP dan Persijap tetap diterima.

“PSIM ini anggota dan memiliki peluang ke ISL jika ada satu slot kosong. Tapi PT LI tidak pernah menyuruh kami bersiap secara resmi. Yang ada CEO PT LI Joko Driyono cuma membicarakan hal ini di forum tidak resmi. Kalau gini pindah saja lah ke LPIS,” tegasnya.

Joko Driyono berkilah, sebelum secara resmi memerintahkan PSIM ke ISL, PT LI harus memastikan dulu adanya satu slot kosong. Tanggal 30 Oktober mendatang PT LI bakal mengumumkan hasil verifikasi klub ISL. “Lagipula Arema-Pelita belum tentu merger,” katanya.

(wbs)