Pages

Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Maret 2013

Dualisme manajer Timnas , Yang Asli Habil Marati Atau Mesak manibor ?

PSSI mengembalikan jabatan manajer Timnas ke Mesak Manibor dan ditunjuk mendampingi Timnas di laga melawan Arab Saudi. Inilah tanggapan manajer Timnas saat ini, Habil Marathi.

Mesak dicopot dari jabatan manajer Timnas Indonesia oleh Badan Tim Nasional (BTN) beberapa waktu lalu. Posisi manajer Timnas dikembalikan kepada Habil Marathi.

Tak terima dengan keputusan itu, Mesak menyambangi PSSI untuk mempertanyakan nasibnya, Rabu (20/3/2013) WIB. Usai menemui Sekretaris Jendral (Sekjen) PSSI, Mesak mengungkapkan posisinya dikembalikan sebagai manajer Timnas. Dia juga mengaku ditunjuk PSSI duduk di bangku cadangan saat Timnas bersua Arab Saudi 23 Maret nanti.

"Saya akan bekerja seperti biasa karena masih mengantongi Surat Keputusan (SK) sebagai manajer Timnas. Garansi tersebut diberikan Sekjen PSSI Hadiyandra," ungkap Mesak.

"Saya akan mendampingi ara pemain di bench. Tentunya, ini akan meningkatkan moril pemain untuk meraih kemenangan. Saya akan mendampingi tim ini hingga selesai kualifikasi Piala Asia 2015," kata Mesak melanjutkan.

Menanggapi hal itu, Habil menegaskan dirinya masih merupakan manajer Timnas yang sah dan terdaftar di AFC. "Boleh saja dia (Mesak) duduk di bench asalkan punya ID card. Tapi, saya manajer Timnas yang terdaftar di AFC. Saya takkan duduk di bench pada pertandingan nanti sebagai wujud protes," tegas Habil.(sg)

Bulan Ini , PSSI bereskan masalah dengan Nil-Fabio

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Hadiyandra menyatakan akan memperjelas status pelatih Nil Maizar dan Fabio Oliveira. Hal itu dilakukan agar perkembangan karir keduanya tidak terhambat.

"Kalau ini tidak diwujudkan dalam bentuk real, Nil dan Fabio tidak akan bisa melangkah lebih jauh untuk mengembangkan karirnya," kata Hadiyandra saat ditemui di Kantor PSSI, Jakarta, Rabu (20/3).

Selain itu, Sekjen juga mengakui bila gaji Nil dan Fabio masih tertunggak.  "Argo mereka kan juga jalan terus kalau belum ada surat tertulis tentang status mereka di timnas," ungkapnya.

Hadiyandra juga berterima kasih dengan Nil dan Fabio yang telah mengerti keadaan PSSI saat ini. Bahkan suksesor Halim Mahfudz ini justru memuji sikap keduanya yang dinilai memiliki nasionalisme tinggi.

"Keduanya punya rasa nasionalisme yang tinggi. Saya salut sekali terhadap mereka yang mengerti keadaan finansial PSSI saat ini. Mereka menyatakan akan sabar untuk menunggu hingga akhir bulan nanti. Kalau untuk dicarikan posisi baru, itu urusan Badan Tim Nasional. Semuanya kan wewenang mereka untuk timnas saat ini," tandasnya.

Hadiyandra secara tegas menyatakan tetap akan bertanggungjawab pada pembayaran gaji Nil dan Fabio. Hanya saja PSSI sampai saat ini belum bisa membayar gaji keduanya.

"Kami masih tunggak gaji mereka dan masih belum selesai semua. Dari bulan ini hingga yang sebelumnya juga ada. Saya katakan bahwa ini sudah menjadi tanggung jawab kami," lanjutnya. (dh)

Minggu, 17 Maret 2013

Menpora: Akan Kita Buktikan Kita Bukan Bagian dari Mafia !!!!!

Menpora Roy Suryo yakin Kongres Luar Biasa PSSI hari ini bukan tanda kembalinya mafia ke persepakbolaan nasional. Roy meminta semua insan sepakbola untuk membuktikan hal tersebut.

"Saya menerima ratusan SMS dari nomor-nomor yang tidak jelas. Baru saja. Dan semuanya menyalahkan saya, karena menyatakan bahwa saya mengembalikan mafia ke sepakbola," aku Roy sebelum penutupan KLB PSSI di Hotel Borobudur, Minggu (17/3/2013).

Roy menilai penilaian tersebut datang dari pihak-pihak yang "kalah" di arena kongres.

"Saya menganggap, kalau memang mau bertanding, kalau memang mau bersaing, ya di dalam kongres. Jangan malah menyebarkan isu di luar kongres yang membuat tidak kondusif," ujarnya.

Roy pun mengajak kepada PSSI dan jajarannya untuk menjaga sepakbola Indonesia tetap bersih, khususnya dari pengaruh mafia.

"Saya pesan saja, kepada para voter dan juga Pak Djohar, buktikan bahwa SMS-SMS yang masuk ke saya itu tidak benar. Kita menjaga agar PSSI tetap bersih," ucap pria berkumis ini.

"Kalau memang akan ada tuduhan mafia, kita buktikan bahwa kita bukan bagian dari mafia. Kita adalah bagian dari rakyat Indonesia yang bersih," katanya.(sf)

Jokodriyono : Musim depan Kompetisi diikuti 22 Klub

Salah satu keputusan yang diputuskan pada Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI 17 Maret 2013 adalah kompetisi Indonesian Premier League (IPL) dan Indonesia Super League (ISL) akan berjalan masing-masing berada di bawah yurisdiksi PSSI.
Pada musim depan, hanya ada satu kompetisi di kasta tertinggi Indonesia. PT Liga Indonesia akan mengurus kompetisi. Peserta untuk kasta tertinggi kompetisi Indonesia terdiri dari 22 klub.
CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono mengatakan, pada musim ini dua liga IPL dan ISL berjalan sendiri-sendiri berada di bawah yurisdiksi PSSI.
"Pada musim depan akan menjadi satu kompetisi. Ada 22 klub yang terdiri dari 18 klub ISL dan 4 klub IPL," ujar Joko Driyono ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Minggu (17/3/2013).
Menurutnya, kompetisi ISL tetap menerapkan sistem promosi dan degradasi. Jadi, tiga klub yang degradasi nanti, akan diganti tiga klub promosi dari Divisi Utama ISL.
"Tiga klub promosi tersebut ditambah 15 klub yang bertahan di ISL akan diambil untuk kompetisi musim depan. Selanjutnya untuk IPL, hanya akan diambil empat klub teratas, kecuali klub-klub yang terlibat dualisme. Bila ada klub-klub dualisme menempati posisi 4 besar, maka akan diambil peringkat di bawahnya," jelasnya.
Joko Driyono, pengelola liga pada musim depan akan dipegang penuh oleh PT Liga Indonesia. Namun nama pengelola liga musim depan, masih belum ditentukan.
"Nama pengelola liga bisa saja diganti. Tetapi, profilnya tetap PT Liga Indonesia saat ini. Semua akan dibahas pada kongres berikutnya," tegasnya.(sf)

Batal Berikan Sanksi , FIFA : Kongresnya luar biasa Sukses Buanggett,.....

Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang dilangsungkan di Hotel Borobudur, Jakarta pada Minggu 17 Maret 2013 berakhir. Berakhirnya kongres yang membahas dua agenda penting itu membuat Indonesia terhindar dari sanksi FIFA.
"Sesuai perintah FIFA kami sudah menyelenggarakan kongres. Ada dua agenda kongres yang dibahas yaitu penyatuan liga yang akan dimulai pada 2014. Saat ini kedua liga (ISL dan IPL) berada di bawah kontrol PSSI," ujar Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin.
"Kemudian kita sudah membahas statuta yang telah diperiksa oleh FIFA. Pasal-pasal di statuta disetujui di kongres,"
Dalam KLB ini, perwakilan dari FIFA dan AFC datang meninjau jalannya sidang kongres. Mereka adalah Jeysing Muthiah dari AFC, serta Marco Leal dan Michael van Praag (Ketua Federasi Sepakbola Belanda). Laporan dari hasil KLB ini akan dilaporkan mereka untuk dibahas dalam rapat Exco FIFA, 20 Maret mendatang di Zurich, Swiss.
"Mereka senang melihat hasil ini. Ini usaha dari Indonesia untuk tidak mendapatkan sanksi dan hukuman. Indonesia akan terbebas dari sanksi FIFA yang akan dibahas pada rapat Komite Eksekutif pada 20 Maret. Ini menggembirakan bagi bangsa ini," katanya.

Sementara itu  Perwakilan FIFA, Coustakis Koustokoumnis menyatakan penyelenggaraan Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Hotel Borobudur, Jakarta, Minggu (17/3/2013) berjalan dengan baik dan sukses. PSSI dianggap telah berada dalam prinsip demokrasi yang baik dan sehat.
"Saya mengamati jalannya KLB sejak pagi hingga siang tadi ternyata berjalan baik," kata Coustakis.
Coustakis Koustokoumnis menuturkan, meskipun ada sentimen dan masalah lain yang terjadi didalam kongres, sentimen dan masalah tersebut dapat diselesaikan dalam kongres berikutnya (Kongres Biasa).
"Kami dari FIFA memberikan kekuasaan kepada Anda (PSSI) untuk memutuskan bagaimana penyelesaian masalah yang ada," ujar Coustakis.
Coustakis pun berharap nantinya PSSI dapat mengubah kondisi yang ada ke arah yang lebih baik. Ia menjelaskan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan mengenai insiden walk out yang dilakukan oleh enam anggota Komite Eksekutif (Exco) tersebut.
"Saya harap PSSI bisa mengubah semua kondisi yang ada saat ini. Dua agenda penting yang kalian miliki telah dibahas dan setujui. Saya tidak mempermasalahkan mengenai enam orang anggota Exco yang memutuskan untuk walk out," ujar pria yang juga menjabat sebagai Presiden Federasi Sepakbola Siprus ini.(fsf)

KLB memutuskan , Hanya 4 klub Liga Tarkam yang akan ikut Penyatuan Liga

Salah satu keputusan penting dalam Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI adalah penyatuan liga. Dalam rapat pleno KLB PSSI, peserta kongres mendapat pemaparan dari dua operator liga, yakni PT Liga Indonesia dan PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS).

Konsep dari PT Liga dipresentasikan oleh Joko Driyono. Sementara dari PT LPIS diwakili oleh Widjajanto.

Setelah keduanya melakukan persentase, pimpinan sidang Djohar Arifin Husin melakukan voting untuk memilih konsep penyatuan liga yang dipakai. Hasilnya hampir semua peserta kongres memilih konsep yang ditawarkan Joko. Konsep yang ditawarkan LPIS tak mendapatkan suara.

Ada beberapa point penting dalam penyatuan liga yang ditawarkan PT Liga Indonesia. Di antaranya adalah nama liga tetap Indonesia Super League. Sementara jumlah klub menjadi 22 yang terdiri atas 18 klub ISL dan 4 klub IPL. (fa)

Konsep penyatuan PT Liga Indonesia:

1. Unifikasi liga akan dimulai pada tahun 2014, sementara pada tahun 2013 Indonesian Super League (ISL) dan Indonesian Premier League (IPL) masih akan berjalan sendiri-sendiri.

2. Peserta kasta teratas liga profesional pada tahun 2014 berasal dari 18 klub ISL dan empat klub IPL.

3. Pada tahun 2014 dan 2015 akan diberlakukan sistem dua promosi-empat degradasi, sehingga pada tahun 2016 hanya akan ada 18 klub peserta kasta teratas liga profesional. Mulai tahun 2016 dan seterusnya, akan diberlakukan sistem tiga promosi-tiga degradasi.

4. Nama liga tetap Indonesian Super League.

5. Pengelola liga tetap PT. Liga Indonesia.

6. Liga Super dan Divisi Utama adalah liga profesional, sementara divisi di bawahnya adalah liga amatir

Walk Out dari KLB , 6 Anggota Exco Disanksi

Aksi walkout (WO) yang dilakukan enam anggota Komite Eksekutif (exco) PSSI saat Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Hotel Borobudur Jakarta, Minggu (17/3) berbuntut panjang.

Peserta KLB PSSI yang kesal dengan aksi tersebut meminta agar mereka dihukum. Permintaan tersebut kemudian ditandatangani oleh 50 plus 1 peserta kongres yang sah.

"Peserta kongres menyetujui memberi sanksi hukuman berupa skorsing  kepada anggota exco yg WO," kata Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin saat menggelar konferensi pers usai pelaksanaan KLB PSSI di Hotel Borobudur Jakarta, Minggu (17/3).

Seperti diketahui siang tadi ada enam anggota exco yang melakukan aksi WO. Mereka adalah Farid Rahman (merangkap waketum PSSI), Sihar Sitorus, Bob Hippy, Widodo Santoso, Mawardi Nurdin dan Tuty Dau.(fa)

Satukan Liga, KLB Sepakat Pakai Nama ISL dan dikelola PT.Liga Indonesia

KLB PSSI memang berjalan panas dan alot. Meski begitu, kongres yang dinanti-nanti seluruh masyakrakat pencinta bola Indonesia itu sudah menghasilkan kesepakatan penting soal liga. Peserta kongres secara bulat menyetujui bahwa Indonesia Premier League (IPL) dan Indonesian Super League (ISL) disatukan.

Itu adalah konsep unifikasi liga yang diusung dari kubu PT Liga Indonesia. Ya, dalam KLB PSSI di Hotel Borobudur, Minggu (17/3), ada dua konsep yang ditawarkan. Yakni dari PT. LPIS yang diwakili Widjajanto, sementara yang kedua dari PT. Liga Indonesia yang diwakili Joko Driyono.

Setelah keduanya diberi kesempatan untuk mempresentasikan soal penyatuan liga, para peserta pun diberi kesempatan untuk voting memilih yang menurut mereka terbaik.

Hasilnya hampir semua peserta kongres memilih konsep yang ditawarkan Joko, sementara konsep dari Widja tak mendapatkan suara.

Ada beberapa poin penting konsep penyatuan liga yang ditawarkan PT. Liga Indonesia, antara lain:

1. Penyatuan liga akan dimulai pada tahun 2014. Sementara pada tahun 2013 Indonesian Super League (ISL) dan Indonesian Premier League (IPL) masih akan berjalan sendiri-sendiri.

2. Peserta kasta teratas liga profesional pada tahun 2014 berasal dari 18 klub ISL dan empat klub IPL.

3. Pada tahun 2014 dan 2015 akan diberlakukan sistem dua promosi-empat degradasi, sehingga pada tahun 2016 hanya akan ada 18 klub peserta kasta teratas liga profesional. Mulai tahun 2016 dan seterusnya, akan diberlakukan sistem tiga promosi-tiga degradasi.

4. Nama liga tetap Indonesian Super League (ISL).

5. Pengelola liga tetap PT. Liga Indonesia.

6. Liga Super dan Divisi Utama adalah liga profesional, sementara divisi di bawahnya adalah liga amatir.(as)

La Nyalla jadi Waketum PSSI, KPSI Dibubarkan

Konflik sepakbola Indonesia akhirnya berakhir setelah voters Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI mengangkat La Nyalla Mahmud Mattalitti sebagai Wakil Ketua Umum (Waketum) PSSI.

Pada waktu bersamaan, di hadapan seluruh peserta KLB, La Nyalla mengumumkan bahwa mulai Minggu (17/3) hari ini Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) dibubarkan.

"Dengan ucapan Bismillahiirahimanirrahim saya nyatakan mulai hari ini KPSI dibubarkan," kata La Nyalla Mattalitti di hadapan seluruh peserta KLB PSSI.

Selain mengangkat La Nyalla Mattalitti jadi Waketum, voters dan Ketum PSSI Djohar Arifin juga mengangkat exco empat tambahan. Mereka adalah Zulfadli (Ketua Pengprov Yogyakarta), Djamal Azis (Anggota Komisi X DPR) La Siya (Ketua Harian Persipura Jayapura), Hardi Hasan (Ketua Pengprov DKI Jakarta).

Sebelumnya dalam pembahasan revisi statuta, berhasil disepakati anggota exco bertambah menjadi 15 orang. Terdiri dari satu Ketua Umum, 2 Wakil Ketum dan 12 anggota exco.(adf)

Sabtu, 16 Maret 2013

6 Anggota Komek Walk Out Dari Arena KLB PSSI

Jumlah anggota Komite Eksekutif (Komek) PSSI yang duduk di hadapan peserta KLB, berkurang. Kepastian ini peroleh setelah enam anggota Komek keluar karena tidak setuju dengan agenda yang dibahas dalam KLB.
Sebelum keluar, salah satu anggota, Farid Rahman sendiri sudah meminta izin kepada perwakilan AFC tepat setelah peserta menyetujui perihal revisi statuta. Dalam kesempatanya, Farid meminta agar KLB dilanjutkan dengan proses pengembalian empat Komek.
"Di dalam MoU, selain revisi Statuta dan unifikasi liga dilanjutkan dengan pengembalian empat Komek yang sebelumnya diberhentikan. Jika tidak, enam Komek keluar," jelas Farid Rahman sebelum meninggalkan ruang KLB.
Namun, permintaan itu ditolak. Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, tetap melanjutkan agenda lain, yakni pembahasan tempat dan waktu peklaksanaan Kongres Biasa.
Situasi ini, terlebih keluarnya enam Komek: Farid, Bob Hippy, Sihar Sitorus, Mawardi Nurdin, Tuty Dau, dan Agus Santoso, menimbulkan sedikit kericuhan di ruang KLB. Para peserta yang menyetujui agar KLB dilanjutkan dengan pembahasan pelaksanaan Kongres Biasa mempersilakan pergi.
Sebelum pergi, beberapa anggota Komek sendiri terlihat menyalami utusan, seperti Ketua KOI, Rita Subowo, dan pihak lain yang duduk di posisi paling depan. Sampai berita ini diturunkan, KLB tetap berjalan.(gs)

Roy Suryo: KLB PSSI tetap akan Dilanjutkan Meski ada yang Walk Out

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Roy Suryo, mengharapkan Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI berjalan dengan aman dan damai, serta menghasilkan kesepakatan bersama.
Roy menegaskan, kongres PSSI ini tetap bisa berjalan sekalipun ada peserta yang melakukan aksi meninggalkan kongres atau walkout. Sebab, kongres ini bagian dari instruksi dari badan sepakbola dunia atau FIFA.
"Sebentar lagi saya konsultasi dengan (utusan) FIFA. Kalau ada yang tidak sependapat, bahkan kalau ada yang walkout, maka kongres mesti berjalan, ini instruksi FIFA," kata Roy usai membuka KLB PSSI di Hotel Borobudur, Jakarta, Minggu (17/3/2013).
Roy mengakui masih ada perbedaan pendapat dari para peserta terhadap empat agenda utama yang dibahas dalam KLB PSSI ini. Namun, ia mengharapkan para peserta kongres mempunyai semangat membangun sepakbola Indonesia dan bukan berdiri di atas kepentingan pribadi atau kelompok.
"Makanya saya katakan, hilangkan yang kecil-kecil demi (kepentingan) yang lebih besar, demi satu tujuan yakni Merah-Putih satu tujuan, hilangkan yang kecil-kecil," tandasnya.
Dalam KLB PSSI kali ini, para peserta membahas empat agenda dalam KLB PSSI kali ini adalah penyatuan liga, revisi statuta, penentuan tempat dan tanggal kongres tahunan, serta pembubaran Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI). Selain agenda penyatuan liga dan revisi statuta PSSI, dua agenda lainnya sudah dilaksanakan.
Kongres PSSI kali ini pun diprediksi memanas. Hal itu terbukti dengan kericuhan yang terjadi di depan ruang kongres. Perwakilan 18 Pengprov PSSI berusaha memaksa masuk ke dalam lokasi dan bentrok dengan para petugas keamanan dari panitia tak terelakkan.(fs)

KLB memasuki Pembahasan Soal Unifikasi Liga , Joko Driyono Disambut Tepuk Tangan Meriah

Setelah sempat terhenti karena kisruh, KLB PSSI akhirnya berjalan lagi. Saat ini, kongres tersebut tengah memasuki pembahasan soal unifikasi liga.

Seperti diberitakan sebelumnya, sempat terjadi sedikit kisruh di KLB PSSI. Setelah dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo, KLB belum dilanjutkan lagi lantaran beberapa Voters melakukan protes.

Voters yang melakukan protes itu adalah 18 caretaker pengprov yang merasa memiliki suara sah. Mereka berusaha masuk ke dalam ruangan kongres dan sempat bentrok dengan petugas keamanan di pintu masuk ruangan kongres.

Mereka juga berteriak-teriak, meminta pertanggungjawaban SK (Surat Keputusan) dari Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin.

Namun, kisruh tersebut tidak berlangsung lama. Tidak sampai setengah jam. Dari pantauan di Hotel Borobudur, Jakarta, Minggu (17/3/2013), kongres pun kini sudah berjalan lagi.

Agenda yang dibicarakan adalah mengenai unifikasi liga. Saat ini CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono sedang presentasi soal unifikasi liga. Suasana sangat kondusif penuh tepuk tangan. Suasana panas sudah tidak terasa.

Sementara itu ke-18 Voters sudah diamankan. Mereka sudah dibawa menjauh ruang kongres. Suasana di luar kongres juga sudah kondusif.(sg)

Tak Terima, Pengacau KLB Berniat Adukan PSSI ke CAS

- Perlawanan yang terus diberikan oleh para Pengurus PSSI Tingkat Provinsi (Pengprov) caretaker beresiko membuat proses penyelesaian konflik sepak bola nasional molor.

Kedua pimpinan kubu yang berseteru, Djohar Arifin Husin dam La Nyalla Mattalitti sudah sepakat berdamai namun sejumlah pihak masih tak puas dan berniat membawa masalah ini ke Badan Arbitrase Olahraga Internasional (CAS).

Djohar dan La Nyalla telah sepakat menggelar KLB untuk 'memeteraikan' perdamaian mereka. Keduanya juga menyepakati daftar para peserta pemilik suara KLB PSSI.

Namun sejumlah pengprov caretaker ini tak terima karena dinyatakan tidak berhak menjadi peserta dan hadir di KLB. Mereka bersikeras bahwa pihaknya adalah perwakilan yang sah.

"Saya bersama teman-teman pengprov dan beberapa klub yang semestinya mengikuti kongres ini," kata Cholid Goromah, asal Provinsi Jawa Timur, yang datang ke Hotel Borobudur namun dilarang masuk ruangan KLB.

"Tapi kami tidak berhenti di sini. Kita akan melangkah ke CAS. Kami definitif, bukan caretaker. Kami diangat lewat Musprovlub (Musyawarah Provinsi Luar Biasa)," katanya.

Komentar ini diberikan Cholid saat KLB sedang rehat sejenak, tak lama kemudian, tiga Komite Eksekutif PSSI, yakni wakil ketua umum Farid Rahman, anggota Bob Hippy dan Sihar Sitorus langsung mendatanginya dan tampak membahas soal strategi memasukkan mereka kembali.

Salah seorang narasumber dari kelompok yang berseberangan dengan Djohar-La Nyalla mengatakan enam anggota Komite Eksekutif PSSI terus melobi perwakilan FIFA dan AFC, yakni perwakilan FIFA Michael van Praag dan Marco Leal, serta perwakilan AFC Jeysing Muthiah.

FIFA sendiri menegaskan bahwa Indonesia akan dijatuhi sanksi pembekuan hak keanggotaan jika konflik sepak bola nasional tak selesai sebelum 20 Maret 2013.

Pasukan Pengacau KLB dipimpin langsung Oleh Cholid Ghoromah

terjadi kericuhan di sekitar area pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) di ruang Flores Ballrom Hotel Borobudur, Jakarta, Minggu 17 Maret 2013.
Sejumlah 18 Pengurus Provinsi (Pengprov) caretaker yang merasa berhak untuk menghadiri KLB PSSI memaksa masuk area kongres yang diadakan di ruang Flores Ballroom.  Terlihat di antara mereka yaitu, Cholid Jhoromah selaku perwakilan dari Pengprov Jawa Timur.
Sempat terjadi baku hantam antara perwakilan Pengprov dengan petugas keamanan. Mereka juga menuduh para wartawan yang hendak meliput bentrokan itu dengan menyebut wartawan jangan memprovokasi.
Namun petugas keamanan segera menenangkan situasi dan meredam suasana. Kejadian itu berlangsung selama kurang lebih 30 menit.
Sementara itu, di dalam ruangan terlihat KLB PSSI sedang berlangsung. KLB PSSI itu membahas empat agenda yaitu, unifikasi liga, revisi statuta, penetapan tempat dan waktu kongres tahunan PSSI 2013, dan pembubaran KPSI.(sg)

Para Pengacau KLB mau Berkelahi dengan Wartawan

Tak hanya dengan keamanan dan Panitia Pelaksana KLB, 18 Pengprov  pengacau  yang mengaku sebagai pemilik suara sah hampir bentrok dengan wartawan. Itu terjadi setelah perwakilan ke-18 pengprov menuduh wartawan melakukan tindakan provokasi.

Tuduhan itu sendiri tak diterima kalangan wartawan. Tak terima, wartawan balik menyoraki perwakilan pengprov yang sebelumnya memaksa untuk masuk ruangan KLB.
Respon dari kalangan wartawan sendiri beragam. Sebagian besar, meminta agar aksi yang dilakukan oleh 18 Pengprov itu untuk diboikot.
Berdasarkan pengamatan, ke-18 pengprov yang tidak dicantumkan dalam SK daftar peserta KLB itu, sudah pergi dari sekitar ruang KLB. Mereka bergerak keluar setelah tak dapat respek dari kalangan wartawan akibat tuduhan yang dilayangkan.(gs)

Capek Dorong-Dorongan dengan Pihak keamanan , Para Pengacau KLB masih Berdiri di Luar Arena Kongres

Kekhawatiran terjadinya kericuhan di Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Hotel Borobudur, Minggu (17/3) terbukti. Saat sesi istirahat setelah pembukaan 18 pengprov yang merasa sebagai anggota PSSI memaksakan diri masuk ke arena kongres di Flores Room Hotel Borobudur.

Ke-18 Pengprov tersebut merasa behak mengikuti kongres karena mendapat SK dari Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin. Ke-18 itu juga menyatakan dilantik secara sah oleh Djohar Arifin.

"Kami mau masuk kongres, tidak ada alasan kami tidak diakui. Kita hadir berdasarkan SK yang ditandatangani oleh Djohar Arifin," teriak Hasan Sekretaria Pengprov Kalimantan Timur, yang merupakan salah seorang perwakilan 18 pengprov tersebut.

Namun usaha ke-18 pengprov tersebut terhadang oleh pihak keamanan. Beberapa perwakilan peserta kongres membalaskan teriakan ke-18 voters tersebut.

"Bohong, itu SK palsu. Mereka tidak bisa masuk. Tidak punya ID Card." teriak salah seorang perwakilan peserta kongres lainnya.

Teriakan peserta kongres justru membuat 18 pengprov itu makin bersemangat. "Pokoknya kami mau masuk, kami voters yang asli," balas Hasan.

Akibatnya aksi saling dorong mendorong terjadi antara 18 pengprov dengan pihak keamanan. Situasi saat ini sedikit mereda, namun para pengprov masih berdiri di luar arena kongres.(fa)

KLB Memanas !! Pengacau Berusaha Dobrak Ruang Kongres

Sejumlah perwakilan 18 Pengprov PSSI, yang tidak dicantumkan dalam SK daftar peserta memaksa masuk ruang kongres. Situasi menjadi tidak karuan karena mendapat hadangan.

Dalam kerumunan, ke-18 pengprov PSSI itu sendiri mengatakan sebagai peserta yang sah. Mereka mengaku layak ambil bagian dalam KLB.
"Kami pemilik suara, siapa yang bilang kami palsu. Kami dilantik Djohar dan di-SK kan, tidak ada alasan untuk menahan kami," ujar perwakilan yang berada dalam kerumunan.
Sementara itu, salah seorang perwakilan menyebut bahwa kehadiran juga untuk menyelamatkan sepak bola Indonesia.
"Kami hadir di sini untuk menyelamatkan sepak bola Indonesia. Peserta di dalam tidak sah, kami yang sah. FIFA jangan dibohongin. 18 pengprov yang ada di dalam tidak sah. Kami datang karena sah, kami cinta PSSI dan Indonesia," ujar perwakilan itu.(fa)

Habis KLB , Peserta Akan Makan Bareng Jokowi di Balai Kota

Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI sedang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, Minggu (17/3). Kongres yang digelar sesuai perintah FIFA itu sendiri akan dibuka langsung oleh Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora), Roy Suryo.
Pembukaan oleh suksesor Andi Mallarangeng itu akan didahului oleh sambutan Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin. Berdasarkan pantauan, KLB sendiri diawali oleh pertunjukan tari-tarian asal Indonesia.
Selepas pembukaan, jalannya Kongres akan dilanjutkan penjelasan awal, Roll Call, Penunjukan Petugas Pemeriksa Notulen, Penunjukan Petugas Pemeriksa Pemungutan Suara, Penyampaian dan Persetujuan agenda serta tata tertibn kemudian masuk ke masalah utama, yakni membahas empat hal.
Keempat hal yang dimaksud adalah pembahasanb penggabungan liga, pembahasan draft statuta PSSI, penetapan waktu dan tempat kongres tahunan PSSI 2013, dan pembubaran KPSI.
Pembahasan empat agenda itu kemudian dilanjutkan dengan rapat lanjutan, pembacaan keputusan KLB, untuk kemudian ditutup. Yang menarik, selepas ditutup, para peserta KLB selanjutnya akan digiring ke Balai Kota. Mereka dijadwalkan ikut dalam jamuan makan malam bersama Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo.(gd)

KLB PSSI Resmi Dibuka oleh Roy Suryo

menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo membuka secara resmi Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI 17 Maret 2013 di ruang Flores Ballroom, Hotel Borobudur, Jakarta.
Pada pidato pembukaannya dia berharap supaya pelaksanaan kongres dapat berjalan baik. Serta konflik yang selama ini terjadi di sepakbola Indonesia berakhir.
"Mari bersama-sama melupakan kepentingan kelompok dan individu. Satukan semangat demi PSSI tercinta.  Ini menjadi awal yang baik bagi kita semua," katanya.
Menurutnya, tidak ada penambahan agenda di dalam kongres. Sidang KLB hanya akan membahas sekitar dua agenda penting yang ada di dalam MoU, 7 Juni 2012 antara PSSI dan KPSI di Kuala Lumpur.
"Hanya akan ada dua agenda yang dibahas dalam sidang kali ini. Revisi statuta dan unifikasi liga. Sebenarnya ada empat agenda, tetapi dua agenda lainnya seperti pengembalian empat anggota Komite Eksekutif (Exco) dan mengakomodir suara voters Solo di dalam kongres sudah terlaksana. Saya harap KLB kali in akan berjalan lancar," jelasnya.
Semua anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI turut menghadiri KLB. Mereka yaitu, La Nyalla Mahmud Mattalitti, Erwin Dwi Budiawan, Robertho Rouw, Toni Aprilani, Sihar Sitorus, Bob Hippy, Mawardi Nurdin, Widodo Santoso, Tuti Dau, Farid Rahman. Mereka mendampingi Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin
Sementara itu, terlihat pula mantan Ketua Umum PSSI, Azwar Anas dan Agum Gumelar hadir. Selain itu ada juga Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Rita Subowo dan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Tono Suratman.
Dalam KLB kali ini, perwakilan dari FIFA dan AFC datang meninjau jalannya sidang kongres. Mereka adalah Jeysing Muthiah dari AFC, serta Marco Leal dan Michael van Praag (Ketua Federasi Sepakbola Belanda). Laporan dari hasil KLB ini akan dilaporkan mereka untuk dibahas dalam rapat Exco FIFA, 20 Maret mendatang di Zurich, Swiss.(dgh)

Baku Hantam Warnai Registrasi KLB PSSI

entrok terjadi saat proses registrasi Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI. Salah satu perwakilan Pengprov caretaker PSSI bentrok dengan petugas keamanan KLB.

Sekelompok orang yang dikepalai oleh pria bernama Samsul ditolak saat melakukan proses registrasi. Mereka mengaku berasal dari perwakilan Pengprov Sulawesi. Ketika proses registrasi ditolak, salah satu anggota mereka menggebrak meja.

"Kenapa saya sebagai pengurus yang diangkat oleh Djohar (Ketua Umum PSSI) tidak bisa masuk menjadi peserta. Saya jauh-jauh dari Sulawesi Selatan, ini panitia enggak benar," tegas Samsul.

Karena dianggap mengganggu ketertiban, pihak pengamanan KLB pun bertindak. Mereka mencoba meredam pihak Samsul dengan cara mendorong dan memukul.

Setelah bentrok fisik cukup lama, pihak Samsul kemudian meninggalkan Hotel Borobudur sembari berterika-teriak diperlakukan tidak adi.

Sebelumnya, terjadi ketegangan setelah proses registrasi 18 Pengprov dan tiga klub ditolak Pantitia Pelaksana Kongres. Namun, hal itu akhirnya bisa terselesaikan setelah anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Robertho Rouw berjanji membawa masalah ini kepada Ketum PSSI.

18 Klub yang Ditolak Registrasi: Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Maluku Utara.

3 Klub yang Ditolak Registrasi: jakarta fc , Persewangi, dan Persegres.